Paralayang di Curug Muncar Kenalkan Wilayah Perbatasan Purworejo

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:10 WIB

 

TERBANG: Pilot paralayang berhasil lepas landas dari Giri Sembung, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. Anom Bagaskoro/Radar Jogja
TERBANG: Pilot paralayang berhasil lepas landas dari Giri Sembung, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. Anom Bagaskoro/Radar Jogja

 

 

 

 

PURWOREJO – Aktivitas wisata paralayang di Curug Muncar di Bruno, Purworejo diminati wisatawan hingga mancanegara. Kalangan legislator mendorong kawasan perbatasan Purworejo terus dikenalkan potensinya.

Ketua DPRD Purworejo Tunaryo menyebut ketimpangan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah di Purworejo. Tunaryo melihat, pemerataan pembangunan di Purworejo belum sepenuhnya terwujud. Akselerasi program pembangunan dinilai belum mampu menjangkau hingga wilayah perbatasan.

Oleh karena itu, DPRD akan terus mendorong keberadaan desa di ujung kabupaten dapat segera tersentuh program pembangunan secara optimal. "Adil bukan berarti sama, tapi kami ingin fokus di daerah pengembangan," ungkapnya, Selasa (18/8).

Baca Juga: Enam Jukir Liar Dipanggil Dishub Bantul, Berdalih Hanya untuk Membantu 

Dia menyebut, salah satu kecamatan yang perlu mendapat perhatian lebih adalah Kecamatan Bruno. Bagi Tunaryo, kecamatan tersebut berpeluang menjadi penyangga sektor pariwisata Purworejo karena menyimpan begitu banyak potensi. Dia optimis kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo itu dapat dijadikan kawasan wisata.

Kendai begitu, kembali lagi, butuh adanya intervensi dan kesamaan persepsi agar Kecamatan Bruno menjadi magnet wisata. Dia pun membandingkan kondisi infrasruktur di wilayah perbatasan Kabupaten Wonosobo yang kini cukup memadai. "Kami mendorong Kecamatan Bruno digenjot untuk pembangunan," bebernya.

Dijabarkan, beberapa potensi wisata yang berpeluang naik kelas di Kecamatan Bruno salah satunya kawasan Curug Muncar. Titik wisata itu selama ini selalu menarik perhatian wisatawan, apalagi sekarang sudah didukung untuk aktivitas olaraga paralayang.

Baca Juga: Tunggu Pemasangan Girder Jembatan Krakitan, Sopir Bisa Sambil Ngopi di Kendaraan

Di samping itu, keberadaan destinasi wisata yang ada juga perlu dikelola dengan manajemen yang mumpuni. "Paralayang di Curug Muncar itu pesertanya sudah sampai tingkat mancanegara," jelasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati menegaskan pentingnya dinas terkait mampu mengambil peluang untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Ia meminta dinas pengampu pajak dan retribusi lebih serius dalam mengejar target capaian PAD.

 "Kami sudah petakan, mana saja yang potensi. Juga evaluasi berkala PAD, entah itu dari parkir, pariwisata dan sebagainya," katanya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
perbatasan purworejo ketua dprd purworejo Tunaryo paralayang Curug Muncar Bruno