Suasana area halaman dan fasad depan Stasiun Yogyakarta (Stasiun Tugu) yang dilengkapi pajangan monumen lokomotif diesel antik D301 22. (Pinterest/Indah saputri)
RADAR JOGJA - Minat wisatawan mancanegara memanfaatkan transportasi kereta api untuk berkunjung ke Yogyakarta dan Solo terus menunjukkan tren positif.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 126.326 wisatawan asing menggunakan layanan kereta api selama periode Januari hingga Juni 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 117.312 penumpang.
Peningkatan ini sekaligus mempertegas posisi Yogyakarta sebagai salah satu gerbang utama wisatawan asing yang ingin menjelajahi berbagai destinasi wisata di DIY, Solo, hingga wilayah sekitarnya menggunakan transportasi massal.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang asing dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kenyamanan perjalanan, kemudahan akses, hingga konektivitas antardestinasi wisata yang semakin baik.
“Kami melihat minat dari wisatawan asing terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa dalam memilih transportasi massal yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” kata Feni.
Melihat tren tersebut, KAI Daop 6 terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan internasional.
Sejumlah pembenahan dilakukan, mulai dari penyediaan aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris, penyempurnaan informasi wisata di stasiun, hingga pelatihan bagi petugas layanan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada wisatawan mancanegara.
Selain peningkatan layanan, KAI juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata guna memperluas konektivitas transportasi menuju berbagai destinasi wisata di Yogyakarta, Solo, dan wilayah sekitarnya.
“Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan pariwisata guna mengoptimalkan program promosi bersama dan memperluas konektivitas moda transportasi publik,” ujar Feni.
Melalui berbagai langkah tersebut, KAI Daop 6 berharap layanan transportasi kereta api dapat semakin menjadi pilihan utama wisatawan asing yang berkunjung ke Yogyakarta dan Solo, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kedua wilayah tersebut.