RADAR JOGJA - Lewat program Istana untuk Rakyat (ISTURA), kini Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta kini terbuka untuk kunjungan masyarakat umum secara gratis.
Pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, hingga instansi bisa menyusuri langsung salah satu dari enam Istana Kepresidenan RI yang berlokasi persis di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta ini.
Berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya, pengunjung tidak bisa datang secara langsung tanpa persiapan.
Baca Juga: Baru Sehari Menjabat, Nama Kadiskominfo Kulon Progo Dicatut untuk Penipuan
Ada lima tahap yang perlu dilalui sebelum bisa masuk ke dalam istana:
1. Mendaftar lewat laman resmi ISTURA: isturaiky,page https://www.isturaiky.page/
2. Pilih jadwal kunjungan yang tersedia dan isi formulir pendaftaran secara daring.
3. Lampirkan surat permohonan, bagi instansi atau sekolah wajib memakai kop surat resmi, sedangkan individu atau komunitas cukup surat yang ditandatangani koordinator rombongan.
4. Tim pengelola akan memverifikasi permohonan, hasilnya akan dikirim via WhatsApp.
5. Jika disetujui, kunjungan bisa dilaksanakan sesuai jadwal
Seluruh proses ini, dari pendaftaran sampai hari kunjungan, sama sekali tidak dipungut biaya.
Jam kunjungan bervariasi, mulai dari pukul: 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan terakhir pada pukul 14.00 WIB.
Begitu menginjak kompleks istana, pengunjung wajib mematuhi sejumlah aturan.
Seperti dilarang menyentuh koleksi museum secara langsung, dilarang menggunakan lampu kilat saat dokumentasi, serta wajib mengikuti arahan petugas pendamping.
Aturan ini diberlakukan demi menjaga kelestarian bangunan cagar budaya beserta benda-benda bersejarah di dalamnya.
Dari segi historis, istana ini pernah menjadi pusat pemerintahan Presiden Soekarno saat Yogyakarta menyandang status Ibu Kota Republik Indonesia pada periode 1946-1949, menjadikannya saksi penting perjalanan bangsa pada masa-masa permulaan kemerdekaan.
Dengan alur pendaftaran yang jelas dan tanpa biaya sepeserpun, ISTURA membuka peluang bagi siapa saja untuk melihat langsung ruang-ruang bersejarah yang selama ini hanya bisa disaksikan dari balik pagar istana.