JOGJA - Libur panjang Idul Adha 27 hingga 30 Mei 2026 belum mampu mendongkrak sektor pariwisata di Kota Jogja. Tingkat okupansi hotel masih jauh dari target. Sementara penjualan oleh-oleh di Pasar Beringharjo juga terpantau lesu meski bertepatan dengan momentum cuti bersama dan libur nasional.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, pada momen libur Lebaran haji itu mencatat tingkat pemesanan hotel hanya berada di kisaran 45 persen di tanggal 27 Mei 2026. Kemudian di periode 28-29 Mei 2026 okupansi hotel hanya naik menjadi 55 persen.
Dia menyebut,reservasi yang cukup baik tercatat di periode tanggal 30-31 Mei 2026 dengan capaian 65 persen. Lantaran bertepatan dengan libur Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari Senin (1/6/2026) nanti. Meskipun demikian angka tersebut tetap masih jauh dari target okupansi sebesar 85 persen.
Baca Juga: Jaga Inflasi dan Stabilisasi Harga, 108 Ribu Warga Purworejo Terima Bantuan CPP
“Semoga aja nantinya bisa meningkat. Target kami kan 85 persen,” ujar Deddy saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah di momen libur Idul Adha wisatawan memang cenderung banyak menghabiskan waktu di tempat tinggalnya masing-masing. Misalnya dengan melakukan kegiatan untuk makan bersama atau mengolah daging kurban.
Deddy berharap, momentum libur Idul Adha yang bersamaan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Sekaligus berpengaruh terhadap reservasi hotel di Jogjakarta.
“Kami harapannya bisa terdorong dengan libur cuti bersama ini,” katanya.
Secara terpisah, Salah satu Pedagang Pasar Beringharjo Sisi Barat Joko pun mengakui momen libur panjang Idul Adha tahun ini tidak terlalu berdampak signifikan. Baik itu dari sisi penjualan oleh-oleh maupun kunjungan wisatawan.
Joko pun menyatakan, di hari pertama Idul Adha mayoritas pedagang di Pasar Beringharjo sisi barat juga memilih menutup kiosnya. Bahkan dia memprediksi dalam beberapa hari ke depan kunjungan juga akan tetap lesu.
“Kayaknya pengunjung belum begitu kelihatan ramai,” ungkap Joko. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita