Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadirkan TIC Kota Magelang, Atria Hotel Tak Sekadar Sediakan Kamar dan Restoran

Naila Nihayah • Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:10 WIB

 

Wali Kota Magelang beserta manajemen Atria Hotel saat meresmikan TIC, Jumat (27/2).
Wali Kota Magelang beserta manajemen Atria Hotel saat meresmikan TIC, Jumat (27/2).

MAGELANG - Sebuah pusat informasi wisata atau tourist information center (TIC) hadir di Kota Magelang, tepatnya di Atria Hotel. Kehadirannya menjawab tantangan akses informasi wisata yang masih terfragmentasi. Sehingga wisatawan bisa menyusun pengalaman perjalanan yang utuh.

General Manager Atria Hotel Magelang Evriansyah mengutarakan, inisiatif ini berangkat dari kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar inovasi layanan hotel.

"Hotel tidak cukup hanya menyediakan kamar atau restoran. Harusnya juga menjadi pusat informasi pariwisata," ujarnya, Jumat (27/2).

Dia menyebut, hotelnya menerima sekitar 1.000 hingga 1.500 wisatawan domestik setiap bulan sepanjang 2025. Namun, sebagian besar dari mereka datang tanpa informasi yang utuh mengenai destinasi di Magelang.

Dia melanjutkan, sebagai satu kawasan wisata unggulan di Jawa Tengah, Magelang selama ini dikenal dengan kombinasi tiga daya tarik utama. Yakni alam, budaya, dan religi. Namun, ketiganya berkembang dalam jalur yang relatif terpisah.

Menurut Evriansyah, kondisi ini membuat wisatawan, terutama yang baru pertama datang kesulitan menyusun pengalaman perjalanan yang utuh.

"Pilihan wisata itu belum dikemas jadi informasi yang lengkap. Nah, itu yang ingin kita sediakan di TIC," paparnya.

TIC di hotel tersebut, lanjut dia, dirancang tidak hanya untuk tamu menginap, tetapi juga wisatawan umum, termasuk turis mancanegara yang mulai dilirik sebagai pasar baru.

"Target 2026 bukan hanya domestik, tapi internasional. Sudah mulai ada dari China, Jerman, dan kita juga sedang menjajaki pasar Timur Tengah," imbuh dia.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengakui pentingnya keberadaan pusat informasi semacam ini. Dia menyebut, TIC sebagai momentum kebangkitan pariwisata Magelang Raya. "Ini (TIC) dibutuhkan dan saya rasa tidak ada kata terlambat," bebernya.

Namun, kata dia, pernyataan tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa kebutuhan mendasar seperti pusat informasi wisata baru terpenuhi melalui inisiatif pihak hotel. Bukan sistem yang sejak awal dibangun pemerintah.

Damar mendorong agar TIC tidak berhenti sebagai pusat informasi, tetapi berkembang menjadi pusat inovasi pariwisata. "Kita akan kumpulkan pelaku wisata dan hotel untuk menyamakan persepsi, langkah strategis apa dalam pengembangan wisata di Magelang Raya," tegasnya.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto menilai, TIC dapat membuka jejaring yang lebih luas dalam promosi dan pengembangan wisata. "Ini terobosan untuk membangun jejaring dan membuka kran bagaimana kita melihat pariwisata secara utuh di Magelang Raya," ucapnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #dAMAR PRASETYONO #TIC #Atria hotel #jawa tengah