MUNGKID - Kunjungan wisata arung jeram di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, merosot tajam selama musim penghujan awal 2026.
Sejumlah pengelola rafting mencatat penurunan hingga 60-70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), akibat cuaca ekstrem dan kekhawatiran wisatawan terhadap potensi banjir.
Pengelola Netral Rafting Sungai Elo, Hastin mengutarakan, kondisi sepi sudah terasa sejak 20 Desember 2025 hingga melewati tahun baru. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, libur Nataru menjadi salah satu puncak kunjungan wisata arung jeram.
"Sangat sepi. Dari (tanggal) 20 sampai tahun baru, paling cuma jalan dua atau tiga perahu. Tidak ada rombongan besar seperti biasanya," kata Hastin, Selasa (20/1).
Hastin mengatakan, wisatawan yang datang mayoritas hanya keluarga kecil atau individu. Berbeda dengan tahun lalu, ketika rombongan instansi, komunitas, maupun perusahaan mendominasi arus kunjungan. "Kalau dulu bisa puluhan perahu. Sekarang satu perahu, dua perahu, begitu saja. Tidak ramai," imbuhnya.
Hastin memperkirakan, penurunan jumlah kunjungan selama libur Nataru mencapai 60 hingga 70 persen. Faktor utama penyebabnya adalah kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk pemberitaan banjir bandang di daerah lain yang turut memengaruhi persepsi keamanan wisata arung jeram.
Banyak tamu dari luar daerah, seperti Bandung, kata dia, sempat telepon berkali-kali untuk memastikan kondisi di Magelang. "Mereka khawatir Sungai Elo juga banjir bandang. Padahal Elo itu relatif aman dan tidak pernah banjir besar seperti yang diberitakan di tempat lain," jelasnya.
Memasuki awal Januari 2026, aktivitas rafting mulai menunjukkan tanda-tanda pergerakan, namun belum signifikan. Dari 1 Januari hingga pertengahan Januari, Netral Rafting baru melayani satu rombongan dengan total 11 perahu. "Itu pun sudah termasuk banyak untuk kondisi sekarang. Biasanya di periode seperti ini bisa sampai 50 perahu," lanjutnya.
Sebagai perbandingan, pada awal 2025 lalu hingga menjelang Lebaran, kunjungan rafting di Sungai Elo tergolong sangat ramai. Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil pada awal 2026 ini, Hastin memperkirakan, penurunan kunjungan hingga menjelang Lebaran bisa mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu.
Dampak sepinya wisatawan juga dirasakan dari sisi operasional. Dengan jumlah perahu mencapai 26 unit, hanya sebagian kecil yang benar-benar digunakan. "Perahu paling kepakai lima, kadang cuma satu atau dua. Sementara perawatan tetap jalan. Secara pemasukan jelas tidak seimbang," keluhnya.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Disparpora Kabupaten Magelang Arif Rahman mengakui adanya penurunan aktivitas wisata rafting dibandingkan tahun sebelumnya. "Memang ada sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu, terutama di musim hujan ini," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo