Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Tren! Wellness Tourism Banyak Diminati Wisatawan, Aktivitas 'Healing' Pelepas Penat

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 8 Januari 2026 | 08:40 WIB
Iustrasi wisatawan yang sedang berswafoto di Kawasan Malioboro.
Iustrasi wisatawan yang sedang berswafoto di Kawasan Malioboro.

JOGJA - Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY mencatat, sebanyak 2,2 juta wisatawan berkunjung ke destinasi wisata di Jogjakarta selama libur natal dan tahun baru (nataru).

Destinasi berkonsep wellness tourism menjadi pilihan mayoritas wisatawan.

Pun konsep wisata kebugaran ini berpotensi berkembang di DIY karena menyuguhkan keunikan dan pengalaman baru untuk 'healing' melepas penat.

 Baca Juga: Dijatah 450 Ton Sampah untuk PSEL, Sleman Targetkan Semua Kapanewon Miliki Transfer Depo pada 2027

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar DIY Ellya Shari mengatakan, meskipun detail data belum didapatkan, namun wisata alam dan budaya yang merupakan bagian dari wellness tourism cukup diminati wisatawan.

Wellnes tourism merupakan perjalanan wisata meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Pengalaman itu didapatkan melalui aktivitas seperti spa, yoga, meditasi, pola makan sehat, rekreasi alam, dan pengobatan holistik (jamu).

"Melepas stres dan mencari pengalaman yang bermakna," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (7/1/2026).

Jumlah data kunjungan tersebut berdasarkan laporan dari dispar kabupaten/kota melalui retribusi kunjungan destinasi wisata.

Terlebih, di DIY disebut tak sedikit destinasi yang dikelola masyarakat. “Biasanya tidak ada retribusi, hanya bayar parkir. Itu memang belum tercatat, kalau tercatat pasti lebih dari itu," jelasnya.

Baca Juga: Warga Pilih Titip Buang Sampah di Pasar, DLH Kulon Progo Sebut Volume Sampah saat Nataru Capai 40 Ton per Hari

Pun, pihaknya, sudah menggelar even berupa wellnes festival sejak 2023 yang menghadirkan pengalaman seperti yoga, membatik, menari, hingga kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan jiwa.

Belajar menari, lanjutnya, merupakan bagian dari 'healing'. Kemudian kegiatan membatik juga untuk melatih kesabaran.

Selain itu, wellness tourism juga berupa wisata gastronomi memperkenalkan narasi sebuah produk makanan dan minuman unik.

“Misalnya di Kulon Progo, ada wisata yang menjajakan Jamu Wuku. Jamu unik yang dibuat sesuai dengan hari pasaran konsumennya. Jadi setiap orang racikannya berbeda-beda sesuai pasarannya, hal-hal unik gitu cukup diminati," bebernya.

Baca Juga: Penataan Pantai Panjang Dapat Respons Positif, Pengelola Minta Pantai Drini dan Pantai Ngobaran Ikut Ditata Pemerintah

Wellness tourism diadakan rutin setiap tahun pada November di setiap akhir pekan. Hal itu bertujuan untuk memberikan wadah 'healing' atau refreshing bagi para pekerja saat libur.

"Wellnes tourism 3-4 tahun ini mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu paket wisata. Itu semakin nge-tren karena banyak masyarakat mulai menjadikan refreshing sebagai life style," tambahnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tren #berkembang #wellness tourism #Kulon Progo #jamu #Dispar DIY #destinasi wisata #DIY #Wisatawan #pengalaman baru