BANTUL - Objek wisata Potrobayan River Camp kembali ditutup sementara Jumat (21/11). Hal ini karena tingginya curah hujan, membuat debit Sungai Opak dan Oyo naik. Ditambah dengan adanya pohon tumbang dan kiriman sampah dari hulu.
Pengelola Potrobayan River Camp Tomeet mengatakan, kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk dibuka penuh. “Sekarang pohonnya masih nimpa posnya, belum dievakuasi,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon Jumat (21/11).
Menurutnya, debit air sungai masih tidak stabil. Meski sedikit menurun, aliran masih kategori banjir. “Jadi masih buka-tutup, tapi sementara tutup tergantung debit air,” jelasnya.
Lonjakan debit air ini membuat kegiatan camping dihentikan total. Kunjungan wisata harian pada siang dan sore hari masih dibuka terbatas.
Selain itu, masalah tahunan berupa kiriman sampah juga masih menjadi pekerjaan rumah. “Di sini pertemuan dua sungai. Kalau di hulu hujan deras lama, sampahnya dua kali lipat transit ke sini,” keluhnya.
Sebelumnya, sistem buka-tutup sempat dilakukan sejak Oktober. Alasannya sama. Karena intensitas debit air yang tidak menentu. “Demi keamanan,” ucapnya.
Kondisi ini, berdampak langsung pada pemasukan pengelola. Pendapatan dari kegiatan camping yang selama ini menjadi sumber utama lenyap. “Pasti signifikan. Kalau ditutup kan otomatis nggak ada pemasukan sama sekali,” tegas Tomeet.
Pada situasi normal, Potrobayan River Camp bisa menerima 200-300 pengunjung per pekan. Bahkan bisa tembus 500 orang. Selama seminggu itu, pendapatan dapat mencapai Rp 5 juta. “Pendapatan dari per orang Rp 10 ribu, parkir motor Rp 5 ribu, mobil Rp10 ribu,” rincinya.
Sementara itu, Subkoordinator Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi mengimbau kepada pengelola wisata untuk selalu aktif berkoordinasi mengenai kondisi lapangan. Terutama dengan pengelola kawasan sungai di hulu. “Artinya kondisi tempat wisata seperti apa, kemudian bisa untuk persiapan sekiranya hujan deras di daerah hulu,” jelasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita