JOGJA - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih sekitar satu bulan ke depan. Namun persiapan menyambut agenda tahunan telah berjalan. Salah satunya, ditunjukan Bregada Jaga Malioboro yang selama ini ditugaskan ikut menjaga keamanan kawasan Malioboro.
Ada tiga bregada yang terlibat. Pertama. Bregada Saeko Kapti Kelurahan Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta. Kedua, Bregada Suryatmajan Kelurahan Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta. Ketiga, Bregada Reksawinanga Kelurahan Ngampilan, Ngampilan, Yogyakarta. Ketiga bregada itu secara rutin setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu secara bergantian bertugas menjaga kawasan Malioboro.
"Khusus Natal dan malam Tahun Baru, walaupun tidak jatuh di hari Sabtu dan Minggu, kami diminta untuk tetap berjaga," ujar Ketua Bregada Reksawinanga Djarot Estiyono saat dihubungi Minggu (16/11).
Seperti biasa, jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 23 orang. Mereka bertugas pengamanan saat malam Natal 25 Desember 2025. Kebetulan tugas tersebut menjadi giliran Bregada Reksawinanga. Sampai saat ini belum ada tugas khusus yang diberikan di momen tersebut. "Instruksinya hanya memperketat pengawasan karena kemungkinan Malioboro akan crowded," papar Djarot.
Setiap anggota bregada yang bertugas diminta memberikan himbauan kepada wisatawan terkait dengan barang bawaan. Juga anak kecil agar tidak terlepas dari pengawasan. Djarot memperkirakan titik yang paling ramai ada di Nol Kilometer, Teras Malioboro, dan barat kompleks kantor Kepatihan.
"Satu titik ada empat personel yang berjaga. Mereka bertugas di sisi baeat dan timur," jelasnya.
Djarot bercerita soal kendala yang biasa ditemui ketika Malioboro membludak. Mayoritas pengunjung sulit diatur. Mereka tidak mudah menerima arahan. Kondisi itu diperparah dengan semakin banyak yang melanggar aturan. Antara lain, seperti merokok dan membuang sampah sembarangan.
Selain itu, mobilitas pengamen jalanan berpotensi bertambah. Wisatawan bakal merasa tidak nyaman gara-gara banyak pengamen datang dan pergi saat mereka tengah bersantai. Menikmati suasana malam Malioboro. "Mereka yang melanggar kami datangi. Tugas kami sekadar mengingatkan. Tentu juga menjaga agar wisatawan tetap merasa nyaman," jelasnya.
Agak ke belakang, sejak 2019, Bregada Reksawinanga telah mengemban tugas menjaga kawasan Malioboro. Tahun ini ada sekitar 10 kali tugas berjaga. Keberadaan Bregada Jaga Malioboro menjadi ikon untuk berswafoto para wisatawan. Itu karena saat berjaga, setiap anggota Bregada Jaga Malioboro mengenakan pakaian adat khas masing-masing bregada. (oso/kus)