PURWOREJO - Selain kaya dengan potensi wisata berbasis pantai dan pegunungan, Kabupaten Purworejo ternyata punya satu destinasi yang patut dikunjungi. Yakni, Museum Tosan Aji yang berada persis di utara Alun-alun Purworejo. Tempat ini tepat untuk wahana edukasi bagi yang ingin belajar sekaligus mengenal peradaban masa lalu.
Museum Tosan Aji menyimpan jejak sejarah dan budaya tanah air. Melalui banyaknya koleksi benda pusaka, pengunjung akan diajak menyusuri lorong waktu pada masa lampau. Tak tanggung-tanggung, museum di samping bangunan pendopo bupati ini punya koleksi 1.283 pusaka. Banyaknya koleksi benda pusaka ini membuat Museum Tosan Aji sebagai salah satu museum dengan koleks terlengkap.
Lokasinya yang berada di tengah kota membuat Museum Tosan Aji mudah dikunjungi. Cukup merogoh kocek Rp 5.000, masyarakat umum dapat menyaksikan langsung beragam kolesi benda pusaka, seperti keris, pedang, tombak, kudi, patrem, jambia, kujang dan sebagainya.
Selain benda pusaka, di dalam museum juga menyimpan 275 benda cagar budaya sebagai bagian edukasi. Benda cagar budaya tersebut meliputi lingga dan yoni, stanba, menhir, arca, prasasti, botol gin, kapak beliung, watu lumpang, pipisan dan gandik. "Semua sumbangan, tidak cuma dari masyarakat Purworejo, tapi luar daerah juga ada," ungkap Konservator Museum Tosan Aji Purwanto, Jumat (31/10).
Pria yang akrab disapa Ipung ini bercerita, awal museum berada di kompleks Pendopo Kawedanan Kutoarjo. Tepatnya pada 13 April 1987. Penggagas museum kala itu adalah Suparjo Rustam, sosok Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada masa Presiden Soeharto. Berselang 14 tahun kemudian atau pada 10 Juni 2001 museum pindah ke Jalan Mayjend Soetoyo, Purworejo. Museum menempati eks gedung pengadilan di era zaman Hindia-Belanda.
Lalu pada 2017, Museum Tosan Aji resmi pindah di tempat sekarang. Saat ini museum berdiri di atas bangunan milik pemerintah daerah seluas sekitar 800 meter. "Berarti sudah tiga kali pindah tempat," beber Ipung.
Dia membeberkan, ada beberapa simpanan koleksi cukup istimewa. Yakni, Kapak Beliung yang ditemukan di Kecamatan Gebang. Selain itu, Batu Menhir yang ditemukan di Kecamatan Bagelen. Kedua benda tersebut dinilai masuk kategori benda era prasejarah.
Khusus benda pusaka, Museum Tosan Aji menyimpan keris berdapur Singo Barong dengan pamor beras wutah dan tangguh mataram. Keris era abad ke 16 ini menggunakan warongko gayaman mataram berbahan kayu trembalo.
Lalu ada juga keris berdapur Jalak Sangu Tumpeng dengan pamor Ron Genduru Wengkon. "Benda dari era prasejarah, era kolonial sampai kamardikan ada di sini," beber Ipung.
Dari sekian banyak koleksi, yang paling menarik perhatian menurutnya Arca Siwa Parwati berbahan emas murni seberat 1,5 kilogram. Arca ini ditemukan pada 28 Agustus 1979 di Goa Seplawan, Desa Donorojo, Kecamatan Kaigesing. Namun, arca tersebut kini diboyong ke Museum Nasional. "Master piece itu Arca Siwa Parwati. Tapi di sini cuma replika saja," tuturnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo