Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Borobudur Sunset, Kala Menikmati Keheningan dan Senja di Puncak Candi

Naila Nihayah • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:29 WIB

 

Suasana sunset di puncak Candi Borobudur meningkatkan spiritualitas.
Suasana sunset di puncak Candi Borobudur meningkatkan spiritualitas.

 

MUNGKID — Merasakan matahari terbenam di pantai sudah biasa. Bagaimana jika menikmati sunset di puncak Candi Borobudur?

Bagi Stella Renata, wisatawan asal Jogka, pengalaman ini menjadi sesuatu yang tak tergantikan. "Biasanya aku lihat sunset di pantai, tapi di sini rasanya beda banget. Vibes-nya tenang, adem, dan Borobudur pas banget jadi latar," ujarnya saat mengikuti uji coba program wisata baru bertajuk 'Borobudur Sunset', Kamis (30/10).

Dengan senyum lebar, dia mengaku terpesona dengan panorama yang terbentang dari puncak.

"Dari atas, aku bisa lihat sunset benar-benar di depan mata, langitnya oranye, terus di bawah ada hamparan pohon dan gunung. Di kota enggak bisa nemuin yang kayak gini," sambungnya.

Bagi Stella, momen itu bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga refleksi diri. Melihat sunset di sini, lanjut dia, membuatnya sadar ketika alam itu luar biasa. Ketika matahari benar-benar tenggelam dan langit berubah biru tua, siluet Borobudur masih tampak anggun dalam temaram.

Di kaki candi, pengunjung menyesap teh hangat, sebagian terdiam, sebagian sibuk mengabadikan momen. Senja di Borobudur telah berakhir, namun kesan spiritual dan pesonanya akan terus hidup, seperti reliefnya yang abadi.

Menjelang pukul 16.30, para peserta uji coba mulai menaiki undakan candi. Setiap langkah terasa istimewa dengan suasana hening yang mengiringi. Dari puncak, pandangan terbentang luas. Di sisi timur tampak gagah Gunung Merapi dan Merbabu, sementara di kejauhan sisi barat, matahari mulai perlahan turun di balik perbukitan Menoreh.

Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB) Mardijono Nugroho mengutarakan, program Borobudur Sunset merupakan bagian dari rangkaian pengembangan wisata di Candi Borobudur sepanjang 2025.

Tujuannya untuk memberikan pengalaman baru kepada wisatawan dalam menikmati keindahan dan nilai spiritual kawasan candi. "Setelah sunrise, kini kami menghadirkan suasana senja di Borobudur, dan ke depan akan ada juga ‘Borobudur Moon’ atau ‘Borobudur Night’,” ujar Mardijono.

Baca Juga: Dituntut Pelayanan Cepat, Namun Damkarmat Kulon Progo Punya Pos Damkar dan Armada Terbatas

Nantinya, kata dia, pengelola membatasi jumlah pengunjung hanya 100 orang demi menjaga ketenangan dan kekhusyukan pengalaman spiritual. Untuk tahap uji coba ini, tiket dibanderol Rp 1 juta per orang, setara dengan program sunrise yang sudah berjalan sebelumnya.

Program wisata ini berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 18.30, bergantung pada kondisi cuaca. Ketika matahari benar-benar tenggelam, suasana berubah magis. Stupa-stupa mulai diterangi cahaya lembut. Borobudur tak lagi hanya menjadi monumen batu, tetapi tampak hidup dalam keindahan malam.

Setelah turun dari candi, pengunjung disambut dengan jamuan makan malam (dinner) di area bawah, sambil menikmati panorama Borobudur yang bersinar dalam gelap.

"Fasilitasnya lengkap, mulai dari sandal upanat, hingga kesempatan menikmati makan malam sambil memandang Borobudur di malam hari," katanya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#MaGIS #Perbukitan Menoreh #stupa #puncak candi borobudur #Borobudur Sunrise #Spiritual #Gunung Merapi #merbabu #keheningan #sunset #Taman Wisata Borobudur #Borobudur Sunset #Jogja #sunrise