Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konflik Dunia Berimbas ke Wisata DIY, BOB Undang Forum Pentahelix Pariwisata Cari Solusinya

Heru Pratomo • Selasa, 26 Agustus 2025 | 06:45 WIB
Forum pentahelix yang digelar BOB
Forum pentahelix yang digelar BOB

 

JOGJA - Peristiwa yang terjadi di dunia menjadi perhatian para pelaku pariwisata di DIY. Termasuk di antaranya konflik bersenjata antarnegara. Seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

"Karena kalau tetap bergejolak ada kemungkinan penutupan bandara-bandara internasional yang menjadi basis wisatawan ke DIY," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi dalam Forum Pentahelix 2025 Kesiapan DIY Menghadapi Dinamika Pariwisata Global, yang digelar Badan Otorita Borobudur (BOB) Senin (25/8/2025). 

 

Selain Imam, pembicara lainnya adalah Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, GKR Bendara, serta Direktur Utama BOB, Agustin Peranginangin.

Imam menuturkan, saat ini untuk wisatawan mancanegara masih mengandalkan kedatangan dari penerbangan langsung di Yogyakarta International Airport (YIA). Yaitu dari Singapura dan Malaysia. "Tak hanya global, peristiwa di kawasan regional juga menjadi perhatian kami, " katanya.

Di saat bersamaan, lanjut dia, Dispar DIY juga mengantisipasi pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini. Untuk itu dia ingin memastikan memiliki destinasi yang punya daya saing, baik dengan destinasi di luar negeri maupun destinasi di daerah lain.

Salah satu yang diantisipasi adalah tren sekarang tidak sekadar melihat saja. Tapi juga experience yang lebih mereka inginkan. Kita sudah masuk ke pasar generasi Z dan millenial yang sudah berubah. "Karena mereka ingin merasakan pengalaman langsung dengan masyarakat setempat," tambahnya.

 

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendara menambahkan, salah satu hal yang juga menjadi perhatian adalah terkait length of stay atau lama tinggal wisatawan serta uang yang dibelanjakan wisatawan selama berlibur di DIY. Menurut dia, kini wisata yang mementingkan jumlah wisatawan bisa berdampak negatif.

"Maka sekarang fokusnya kepada tidak harus dalam jumlah yang besar tapi dampaknya yang lebih besar," katanya.

Baca Juga: Ancaman Solar Tumpah di Jalur Patuk: Polisi dan Relawan Intensifkan Imbauan Keselamatan

Sedang Agustin menyebut forum pentahelix ini sudah rutin digelar. Hal itu dimaksudkan sebagai sarana kerja sama berbagai sektor yang turut mendukung pariwisata. Dia mencontohkan, seperti sektor perhotelan tidak akan banyak berperan bagi sektor pertanian jika dinas pertanian setempat gagal menciptakan produk yang layak dan masuk standar hotel.

"Jadi forum-forum pentahelix ini diharapkan menjadi ruang berdialog apa yang harus kita lakukan bersama, tidak harus menghasilkan kesimpulan tapi menjadi dalam konteks perenungan," ungkapnya.

Editor : Heru Pratomo
#BOB #timur tengah #pentahelix #YIA #Dinas Pariwisata DIY #agustin peranginangin #DIY #Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) #GKR Bendara #Imam Pratanadi