JOGJA – Keberadaan wisatawan mancanegera (wisman), atau warga lokal sering menyebut dengan bule, berlibur ke Jogja makin sering ditemui. Tak hanya di pusat kota. Di daerah pinggiran pun banyak bule yang terlihat santai berjalan-jalan. Keramahan warga Jogja hingga kulinernya menjadi alasan.
Seperti diutarakan seorang bule asal Spanyol, Sarah. Saat ditemui di kawasan Wisata Jalan Malioboro, Selasa (12/8), dia engungkapkan apresiasinya terhadap ragam destinasi wisata selama kunjungannya di kota pelajar.
“Keramahan warga Jogja membuat perjalanan saya lebih menyenangkan,” ungkapnya.
Sarah yang berlibur berdua bersama temannya, menyebut, Jogja menawarkan kombinasi yang harmonis antara keindahan wisata, kekayaan budaya, dan kulinernya. Dia pun mengungjungi Candi Prambanan, Keraton Jogja, hingga Malioboro.
Selama dua hari di Jogja, Sarah juga menyoroti keberagaman kuliner yang menurutnya menambah pengalaman wisata. Dia mencicipi Gudeg untuk kali pertama. “Rasanya manis dan lezat. Saya juga suka dengan Kopi Merapi, merasakan enak nya kopi di pagi hari dengan disuguhkan pemandangan indah Gunung Merapi,” jelasnya.
Bule lain asal Yunani, Irakhlish, juga mengungkapkan keramahan warga Jogja yang terkenal dengan murah senyum dan ramah jadi alasannya datang. Dia mengaku sangat terkesan dengan warga lokal yang menyambutnya dengan penuh kehangatan. “Mereka tidak segan membantu dan memberikan informasi mengenai tempat wisata maupun budaya lokal,” ungkapnya.
Menurutnya, keramahan warga Jogja ini membuat suasana kunjungan menjadi lebih nyaman dan aman, sehingga meningkatkan rasa aman selama berlibur. Bahkan tidak ditemukannya di berberapa negara yang pernah disinggahinya. “Hal ini membuat saya merasa di hargai sebagai wisatawan,” tambahnya.
Setelah dari Jogja, Irakhlish juga ingin mengunjungi berberapa objek wisaya yang terkenal dengan wisata alam dan budayanya. Yaitu, Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Pulau Bali. (Aditya Putra)
Editor : Heru Pratomo