Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Senin Dianggap Hari Sepi, Akses Naik ke Candi Borobudur Tetap Dibuka, Ini Alasannya  

Naila Nihayah • Selasa, 22 Juli 2025 | 04:12 WIB
Pemandu wisata tampak menjelaskan struktur Candi Borobudur kepada wisatawan.
Pemandu wisata tampak menjelaskan struktur Candi Borobudur kepada wisatawan.

 

 

MUNGKID – Tradisi tutup kunjungan naik Candi Borobudur setiap hari Senin resmi diubah. Mulai pekan ini, wisatawan bisa naik ke puncak Borobudur meski di hari Senin atau hari yang selama ini dikenal 'hari sepi'. Sebab bertepatan dengan jadwal libur museum dan pengelola cagar budaya.

Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB) Mardijono Nugroho mengutarakan, kebijakan baru ini telah mendapatkan izin resmi dari Museum dan Cagar Budaya (MCB). Harapannya sapat membawa dampak signifikan terhadap geliat ekonomi masyarakat Borobudur.

Dia mengakui, selama ini hari Senin kerap sepi karena kunjungan naik candi ditutup karena bertepatan dengan liburnya museum. "Ini dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Borobudur dan Magelang secara keseluruhan," katanya di Hotel Atria, Senin (21/7).

Pembukaan naik candi di hari Senin diyakini bisa mengurangi stagnasi wisata yang biasanya terjadi di awal pekan. Sejak pagi, wisatawan sudah terlihat antusias memanfaatkan kesempatan ini. Dia mencatat, angka kunjungan yang biasanya kecil di Senin, melonjak signifikan. Hingga menyentuh 3.000 sampai 4.000 orang.

Namun, dia tidak menyebut secara pasti angka kunjungan wisatawan yang naik ke Candi Borobudur. "Biasanya hari Senin pengunjung sedikit, tapi hari ini justru terlihat menggembirakan. Ini bagian dari promosi sekaligus uji coba untuk membuka kunjungan di hari Senin," ujarnya.

Meski kunjungan diperluas, pengelola berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur. Seluruh wisatawan tetap wajib menggunakan upanat atau alas kaki khusus guna melindungi struktur candi dari keausan.

Mardijono mengatakan, keputusan ini bukan sekadar buka tutup. Tapi bagian dari pengembangan pariwisata yang tetap menghargai aspek cultural, spiritual, dan konservasi. "Kunjungan tetap bisa dibeli online maupun offline," terang dia.

Terkait besaran kuota naik candi, Mardijono menyebut, saat ini sedang dilakukan uji coba untuk mencari titik temu ideal antara pelestarian dan optimalisasi kunjungan. Beberapa pihak, termasuk Bupati Magelang, mengusulkan pembukaan mulai 5.000 hingga 10.000 pengunjung per hari.

Dia menuturkan, kebijakan pembukaan di hari Senin memberikan angin segar bagi pelaku wisata, pemandu lokal, UMKM, hingga pelaku homestay di sekitar kawasan. Setelah sempat mengalami mati suri selama pandemi dan pembatasan konservasi, pelaku wisata kini kembali merasakan geliat positif.

Dengan terbukanya kunjungan naik candi setiap hari, Borobudur kini semakin terbuka. Bukan hanya sebagai ikon budaya dunia. Tapi juga lokomotif ekonomi yang menghidupkan kawasan Magelang dan sekitarnya tanpa meninggalkan misi pelestarian. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#TWB #Candi Borobudur #Borobudur #museum #hari #taman wisata #Wisatawan #sepi