Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Punya KIA, Anak-Anak dari 19 Kabupaten dan Kota di Jateng Diberi Diskon Wisata di Taman Kyai Langgeng

Naila Nihayah • Rabu, 25 Juni 2025 | 02:29 WIB
Pemandangan berbeda tampak di Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark, Minggu (6/10). Sebab ada sembilan balon udara berbagai motif yang menambah daya tarik di destinasi wisata tersebut dan menyita perhatia
Pemandangan berbeda tampak di Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark, Minggu (6/10). Sebab ada sembilan balon udara berbagai motif yang menambah daya tarik di destinasi wisata tersebut dan menyita perhatia

 

MAGELANG – Sebanyak 19 kabupaten/kota se-Jawa Tengah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan objek wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang. Penandatanganan itu terkait pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai akses potongan harga berwisata.

 

Melalui PKS tersebut, pemegang KIA dari 19 kabupaten/kota, seperti Kabupaten Magelang, Banjarnegara, Batang, dan lainnya berhak mendapatkan potongan harga sebesar 20 persen untuk tiket masuk dan wahana-wahana di TKL. Kecuali wahana rafting dan offroad.

 Baca Juga: Tarik Investor China, Kabupaten/Kota di Jateng Diminta Siapkan Konsep Sister City

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang RR Sri Mulatsih menjelaskan, kerja sama ini telah melalui proses panjang sebagai bagian dari kampanye nasional pemanfaatan KIA. Terlebih, KIA bukan sekadar kartu identitas, tapi juga akses ke layanan publik.

 

"Melalui kerja sama ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dari para orang tua," katanya di Pendopo Rumjab Wali Kota Magelang, Selasa (24/6).

 

Sri menyebut, total ada 19 daerah sudah menandatangani kerja sama dan dua daerah lainnya akan segera menyusul dalam waktu dekat. Upaya ini juga menjadi sarana edukasi kolektif bahwa identitas anak memiliki nilai fungsional, bukan hanya administratif.

 Baca Juga: SPMB 2025: Verifikasi Dokumen Memakan Waktu, Pendaftaran SMP di Kulon Progo Tak Sebanding dengan Verifikasi Dokumen

Direktur TKL Kota Magelang Sri Widodo menyambut kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk mengembangkan sektor pariwisata. Sekaligus memperkuat nilai sosial yang diemban oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

 

Dengan PKS ini, dia berharap, terjadi keuntungan bilateral. Bukan hanya TKL yang diuntungkan dari sisi pengunjung, tapi juga anak-anak di seluruh Jawa Tengah mendapat akses rekreasi edukatif dengan biaya terjangkau.

 

Dia mengatakan, pemegang KIA dari 19 kabupaten/kota tersebut berhak mendapatkan potongan harga sebesar 20 persen untuk tiket masuk dan wahana-wahana di TKL. Kecuali wahana rafting dan offroad.

 Baca Juga: Jadi Perhatian Warga Bantul! Hingga Juni 2025 Sebanyak 79 Kebakaran Terjadi di Bantul, Sebagian Besar akibat Korsleting Listrik

Satu KIA, lanjut Widodo, berlaku untuk satu keluarga, maksimal empat orang. Adapun masa berlaku PKS adalah satu tahun dan akan diperbarui berdasarkan hasil evaluasi. "Harapan kami, TKL bisa kembali menjadi ikon wisata unggulan Jawa Tengah," ucapnya.

 

TKL sendiri memiliki puluhan wahana yang kini terus disempurnakan. Harga tiket masuknya Rp 25 ribu untuk hari biasa dan Rp 30 ribu untuk akhir pekan. Dengan diskon khusus 50 persen untuk warga Kota Magelang.

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari program unggulan pemkot, yaitu KTP-Ku. Tujuannya untuk memberikan berbagai kemudahan layanan bagi warga ber-KTP Kota Magelang dan kini diperluas secara inklusif ke anak-anak lewat KIA.

 Baca Juga: Jadi Perhatian Warga Bantul! Hingga Juni 2025 Sebanyak 79 Kebakaran Terjadi di Bantul, Sebagian Besar akibat Korsleting Listrik

Melalui kolaborasi ini, kata dia, anak-anak Kota Magelang yang sudah memiliki KIA tidak hanya mendapat akses ke rekreasi yang sehat. "Tetapi juga merasa dimiliki dan dihargai oleh kotanya sendiri," lontarnya.

 

Damar menyebut, pemberian insentif berupa diskon tiket bukan semata strategi promosi wisata, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pemenuhan hak anak. "BUMD seperti TKL tidak boleh semata-mata mengejar profit. Harus ada kepedulian sosial dan kebermanfaatan bersama dalam pembangunan," tegasnya.

 

Kerja sama lintas daerah ini, lanjut Damar, dapat membuka peluang baru bahwa pembangunan sektor pariwisata dapat dibangun tidak hanya dengan promosi dan infrastruktur. Tetapi juga melalui penguatan ekosistem sosial. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#jateng #TKL #Magelang #dAMAR PRASETYONO #KIA #Taman Kyai Langgeng #wali kota