MAGELANG –Pemkot Magelang berencana melakukan penataan ulang dan revitalisasi Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark. Guna meningkatkan daya tarik wisata sekaligus melestarikan peninggalan para pemimpin terdahulu.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan, TKL merupakan warisan yang harus dijaga dan dikembangkan oleh generasi saat ini. "Kita akan mulai menata ulang lagi serta melakukan inovasi baru di TKL," paparnya, Rabu (11/6).
Di antaranya tengah merancang penambahan berbagai wahana baru. Konsep taman bunga yang dulu sempat menjadi ikon, akan dihidupkan kembali. Selain itu, wisata religi, wahana hiburan, serta fasilitas baru seperti amfiteater berkapasitas 5.000 orang dan lainnya.
Kendati begitu, rencana penataan ulang tersebut juga akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Beberapa langkah awal penataan sudah dilakukan, seperti pemindahan loket tiket yang sebelumnya berada di sisi kanan pintu masuk.
Dia menilai, lokasi sebelumnya terlalu padat dan kurang nyaman bagi pengunjung. Loket baru kini ditempatkan di area yang lebih lapang dan ke depannya akan dipermanenkan.
Damar juga menyebutkan, pembahasan terkait revitalisasi taman ini telah sampai di tingkat DPRD Kota Magelang. Tinggal menunggu perhitungan akhir dan persetujuan berdasarkan kemampuan fiskal daerah.
"Kami ingin TKL menjadi destinasi unggulan bagi warga lokal maupun luar daerah, sejalan dengan program Magelang Bergaung," tambahnya.
Saat ini, tingkat kunjungan ke TKL disebut menunjukkan tren peningkatan, meskipun tidak disebutkan angka pastinya. Salah satu program yang cukup menarik perhatian adalah kegiatan jalan pagi yang digelar dari pukul 06.00 hingga 08.00.
Warga dari berbagai daerah bisa melakukan kegiatan itu dengan harga tiket masuk (HTM) Rp 5 ribu per orang. Lengkap dengan sajian makanan tradisional untuk membangkitkan nuansa nostalgia bagi pengunjung. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo