SLEMAN - Wisata Tebing Breksi terus mencoba mengembangkan potensi yang ada. Hal ini dengan harapan bisa menambah kunjungan wisatawan.
Pengelola Wisata Tebing Breksi Kholiq Widiyanto menjelaskan, tengah menyiapkan pentas batu bernyanyi sebagai atraksi tambahan. Di sini batu-batuan akan digunakan sebagai alat musik yang dipukul.
"Dipukul suaranya tak tek tak tek. Nanti ada koreografernya dari penari juga," katanya.
Baca Juga: Pelari di Alun-Alun Pancasila Kebumen Makin Padat, Pemkab Ditantang Buat Jogging Track Baru
Dia menyebut, musik tersebut akan menjadi latar penceritaan kisah mengenai alam breksi ini sendiri. Kisah tersebut akan dibagi jadi empat babak. Sesi pertama dimulai sebelum terjadi perusakan sehingga alam masih indah dan asri.
Sesi dua menggambarkan pertambangan yang merusak. Di sini diringi musik yang kacau dan nantinya akan dihadirkan sosok dewa perusak.
"Sesi ketiga nanti ada dewi peringatan untuk jangan ditambang. Sesi keempat itu setelah jadi wisata dan dewi kemakmuran yang tampil," tambah Kholiq.
Dia merencanakan, atraksi ini akan dilakukan dalam sesi sore dan malam hari. Setidaknya akan tampil sebulan sekali. Untuk saat ini, belum ada rencana untuk menambah biaya retribusi saat atraksi batu bernyanyi. Hal ini hanya akan dikenakan pada mereka yang meminta penampilan secara khusus dan privat.
"Penampilanya dari masyarakat sekitar. Tapi dari kampus ISI masih mendampingi," sebutnya.
Harapannya dengan inovasi ini Tebing Breksi dinilai sebagai wisata yang terus bisa berkreasi. Sehingga mampu jadi destinasi utama di DIY. "Daya tarik kami lumayan banyak. Ada jip dan camping ground. Untuk makanan ada yang kaki lima sampai restoran," ungkapnya.
Disinggung soal jumlah wisatawan, Kholiq menyebut jumlahnya hampir 1.000 orang saat libur Idul Adha. Sementara tertinggi masih pada libur panjang waisak dengan 6.000 orang per hari.
"Untuk keamanan Insya Allah aman. Di sini batuannya solid dengan kedalaman 600 meter sehingga pondasi kuat. Kami juga ada tim konservasi batuan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, memang banyak kunjungan wisatawan menuju destinasi wisata alam. Mulai dari Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi.
"Selain itu tentu destinasi wisata budaya, seperti Candi Prambanan dan Ratu Boko," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita