KULON PROGO - Bumi Menoreh masih menyimpan daya tarik tersendiri. Tersimpan di balik tingginya perbukitan, terdapat sebuah Desa Wisata yang tengah menggeliatkan tingkat kunjungannya.
Desa wisata Purwosari, yang terletak di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Samigaluh memiliki beragam wisata komplet. Mulai dari wisata edukasi, alam, hingga budaya. Semua itu, cukup ditemui hanya di desa ini.
Desa wisata Purwosari terletak di ketinggian, 800-900 mdpl. Letaknya berada di perbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya dengan Kabupaten Purworejo. Dari pusat pemerintahan Kulon Progo, pengunjung hanya perlu memakan waktu sekitar satu jam. Sedangkan dari Kota Jogja, Pengunjung membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.
Identik sengan ketinggian, selama di perjalanan pengunjung dapat menikmati pemandangan dari atas. Sesampai di Kalurahan Purwosari, pengunjung dapat mengistirahatkan diri sambil menyeruput kopi khas Purwosari, dengan ciri kopi Perbukitan Menoreh.
"Namanya kopi Tumpangsari, bukan hanya merek tapi ada artinya," ucap Carik Kalurahan Purwosari Koriyah, pada Radar Jogja, Jumat (6/6).
Kopi tumpangsari adalah salah satu keunggulan produk dari Dewi Purwosari. Seperti namanya, kopi tumpangsari ditanam secara berdampingan dengan tanaman lokal. Paling banyak berupa tumpangsari dengan tanaman rempah-rempah, misal cengkeh, dan kapulaga.
Baca Juga: Usai Pertahankan Pieter Huistra PSS Sleman Kini Berburu Pelatih Lokal, Ada Seto hingga Kahudi
Kopi tumpangsari, diklaim memiliki cita rasa yang unik. Terkadang pengunjung merasakan adanya kehangatan ketika menyeruput kopi ini. Ataupun mencium aroma cengkeh saat kopi tengah diseduh di Desa Wisata Purwosari.
Tak hanya sekedar ngopi dan nongkrong, Desa Wisata Purwosari juga memiliki paket wisata edukasi. Jika tertarik dengan kopi, pengunjung dapat mengambil paket wisata pengolahan kopi. Ataupun mengambil paket wisata pertanian. Lantaran, Desa Wisata Purwosari memiliki sistem pertanian padi yang unggulan di atas perbukitan.
Jika bosan, pengunjung dapat memacu adrenalin dengan mencoba objek wisata yang selalu didatangi banyak pihak. Objek wisata itu merupakan Wahana Ayunan Langit. Seperti namanya, ayunan langi merupakan ayunan yang bisa digunakan oleh pengunjung.
Tergolong ekstrem dan seru, ayunan langit mengajak pengunjung bermain di atas ketinggian. Tentu, permainan ayunan menyajikan pemandangan perbukitan Menoreh. Sajian hamparan pohon nan hijau, dengan kombinasi adrenalin cocok bagi pengunjung yang sudah bosan dengan wisata alam konvensional.
"Kami juga memiliki terasering Dewi Sri, sebagai lumbung mataraman," ungkapnya.
Bagi yang ingin memperdalam pengalaman terhadap budaya lokal, pengunjung dapat mengikuti paket wisata edukasi dan budaya. Purwosari memiliki lahan sawah terasering yang selalu dijaga keasliannya. Selain belajar pertanian, pengunjung juga akan belajar budaya tarian Angguk di tengah persawahan.
Dewi Purwosari juga memiliki paket wisata minat khusus. Disediakan dan dikhususkan lahan seluas tiga hektare untuk wisata minat kepramukaan. Selama menikmati paket wisata ini, pengunjung akan menetap di Glimpang Glemping yang merupakan tempat wisata sekaligus bumi perkemahan.
"Sudah banyak sekolah yang hadir di sini, karena suasananya cukup mendukung," ungkapnya.
Minat pramuka dapat disalurkan di Glimpang Glamping. Lantaran, berbagai wahana dan lahan luas tersaji. Tak hanya itu, lahan di atas hutan pinus cocok menjadi tempat mendirikan tenda.
Selama di bumi perkemahan, pengunjung juga dapat memperdalam ilmu kepanduan. Pasalnya, tersapat instruktur pramuka yang bisa diandalkan. Sehingga, pengalaman berkemah dapat bangkit. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo