Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Okupansi Hotel Naik, Lama Tinggal Wisatawan Masih Rendah: PHRI DIY Sebut Okupansi Tertinggi Masih Kota Jogja dan Sleman

Agung Dwi Prakoso • Senin, 2 Juni 2025 | 02:54 WIB
Guntur Aga <gunturaga.photo@gmail.com> 7:27 PM (22 minutes ago) to me  Wisatawan mencoba tradisi Masangin di Alun-alun Selatan atau Alkid, Kota Jogja, Minggu (1/6/2025).
Guntur Aga <gunturaga.photo@gmail.com> 7:27 PM (22 minutes ago) to me Wisatawan mencoba tradisi Masangin di Alun-alun Selatan atau Alkid, Kota Jogja, Minggu (1/6/2025).

JOGJA - Libur panjang pada pekan ini menjadi udara segar bagi pengusaha hotel dan restoran di DIY. Sebab, okupansinya tercatat mencapai 70 persen.

Mobilitas penumpang kereta api juga tercatat mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, walaupun masih di bawah target yakni 75 persen, namun angka tersebut menunjukkan kenaikan.

"Periode (reservasi) tanggal 28 Mei sampai 1 Juni," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/6/2025).

Rata-rata reservasi yang masuk banyak dari sekolah-sekolah. Tertinggi dari daerah Lampung dan Jawa Timur.

Namun, lama tinggal wisatawan masih tidak lebih dari dua hari.

Hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para pengusaha properti hotel di DIY.

"Itu masih menjadi PR, kami belum bisa mendongkrak itu," ujarnya.

Menurutnya, banyak wisatawan yang datang juga dari daerah terdekat seperi Jawa Tengah.

Namun, persentasenya masih kalah banyak dengan daerah lain dan kebanyakan one day tour atau tidak menginap.

"Kalau kami kan menghitungnya wisatawan yang menginap," jelasnya.

 Baca Juga: Miliki Berbagai Manfaat, Komunitas Ketapel Jateng-DIY Berkomitmen Lestarikan Olahraga Ketapel Modern

Total selama libur panjang hotel seluruh DIY mencatatkan okupansi mencapai 70 persen. Namun daerah yang tertinggi masih di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman.

"Dominan di kota dan Sleman, okupansi hampir sama sekitar 80 persen," terangnya.

Terpisah, Manager Humas KAI Daop 6 Jogja Feni Novida Saragih mengatakan, terdapat peningkatan mobilitas penumpang di stasiun Daop 6. Baik keberangkatan maupun kedatangan.

"Sebanyak 26.314 penumpang KA Jarak Jauh akan diberangkatkan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 6," ujarnya.

Jumlah tersebut menjadi volume puncak keberangkatan tertinggi dibandingkan hari lainnya pada periode libur panjang kali ini dari 28 Mei hingga 1 Juni 2025.

Stasiun dengan keberangkatan KA jarak jauh tertinggi pada hari ini yakni Stasiun Yogyakarta sebanyak 13.723 penumpang, disusul Stasiun Lempuyangan sebanyak 6.123 penumpang.

"Peningkatan jumlah keberangkatan penumpang sudah terlihat sejak Sabtu (31/5) sebanyak 24.768 penumpang," tuturnya.

Selama periode libur panjang, KAI Daop 6 mengoperasikan 31 perjalanan KA jarak jauh per hari, yang terdiri dari 25 KA reguler, 2 KA fakultatif, dan 4 KA tambahan.

Jumlah tersebut disiapkan untuk memenuhi antusiasme perjalanan masyarakat dari dan menuju wilayah Jogjakarta, Solo, dan sekitarnya.

Sementara untuk tingkat kedatangan penumpang KA jarak jauh di sejumlah stasiun Daop 6 puncaknya pada Jumat (30/5/2025).

Berdasarkan data yang didapat, jumlah kedatangan di sejumlah stasiun sebanyak 15.628 penumpang.

Adapun stasiun dengan kedatangan KA jarak jauh tertinggi pada hari ini yakni Stasiun Jogjakarta sebanyak 8.600 penumpang, disusul Stasiun Lempuyangan sebanyak 6.549 penumpang, kemudian Stasiun Solo Balapan sebanyak 3.852 penumpang.

Kemudian data per Kamis (29/5/2025) kedatangan penumpang sebanyak 26.108. Angka ini menunjukkan ada kenaikan sekitar 74 persen jika dibandingkan dengan kedatangan pada hari biasa yang rata-rata sebanyak 15.000 pelanggan. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#lama tinggal wisatawan #Daop 6 Jogja #phri diy #Kereta Api #PT KAI #okupansi hotel