SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman terus menggodok rencana penataan kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi.
Meski dikenal sebagai zona dengan potensi bahaya tinggi, kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya sektor wisata dan ekonomi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, prinsip utama dalam penataan kawasan tetap berpegang pada aspek mitigasi bencana.
Penataan ini sendiri bertujuan untuk mengoptimalkan kondisi sosial ekonomi.
"Jadi sudah membuat kajian akademis dan akan saya gunakan untuk membangun kawasan. Selama ini di sana enggak pada berani (menyentuh)," katanya, Senin (12/5/2025).
Salah satu fokus dalam pemanfaatan KRB III adalah untuk pengembangan wisata. Langkah awal yang disiapkan dengan membuka peluang investasi.
Pun kepastian izin atau legalitas yang jelas juga akan disiapkan agar bisa jadi peluang untuk mendatangkan investor.
"Untuk jalur evakuasi ini kami baru membuat proposal agar dibantu dari kementerian. Mudah-mudahan dikabulkan," ujarnya.
Dia juga menegaskan, pemanfaatan kawasan ini juga merupakan bentuk tertib administrasi. Selain itu, tidak akan merusak lingkungan.
"Selama ini KRB tiga enggak tersentuh, ngaspal aja enggak berani. Secara kajian itu boleh membangun wisata, tetapi tidak hunian," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa menyebut, untuk saat ini sudah ada grand desain pemanfaatan KRB III ini. Wilayah di dalamnya seperti Kapanewon Cangkringan dan sebagian Kapanewon Pakem.
"Potensi lain di KRB tiga ini adalah peternakan. Kegiatan yang ada di sana sudah kami lihat,” tambah Haris. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita