Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pantai Kuwaru Tak Lagi Jadi Jujukan Wisatawan, Abrasi Menenggelamkan Banyak Kenangan Manis

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 23 Maret 2025 | 13:00 WIB

 

MANGKRAK: Kondisi bangunan di Pantai Kuwaru yang terbengkalai kemarin (11/10). Pantai ini sudah tak lagi dikunjungi oleh wisatawan.
MANGKRAK: Kondisi bangunan di Pantai Kuwaru yang terbengkalai kemarin (11/10). Pantai ini sudah tak lagi dikunjungi oleh wisatawan.

BANTUL - Pantai Kuwaru yang terletak di Kalurahan Poncosari, Srandakan, Bantul, dulu adalah surga bagi para wisatawan. Hamparan pasir hitam yang luas, deburan ombak yang menenangkan dan rimbunnya pohon cemara udang, menciptakan suasana syahdu yang sulit dilupakan.

Namun, kini keindahan itu hanya tinggal kenangan. Pantai Kuwaru pun telah mati, terkubur oleh abrasi air laut. Suasananya sepi, rusak, kotor, hingga tak mencerminkan lagi sebagai destinasi wisata. Pengunjung juga praktis tak ada lagi yang ke sana.

Meski begitu, bagi sebagian orang, Pantai Kuwaru menyimpan kenangan manis yang tak terlupakan. Salah satunya yang dialami Aris Romadon. Pria asal Pakem, Sleman, ini pernah memiliki sejumlah kenangan di Pantai Kuwaru.

Menurut pengalaman Aris, dulu setiap sore Pantai Kuwaru selalu ramai pengunjung dan memiliki suasana yang sangat sejuk. Pantai Kuwaru menjadi opsi tempat untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama para wisatawan.

"Suasananya menyenangkan. Di sana dulu saya suka menikmati senja sambil bercerita dan tertawa bersama teman-teman," katanya Jumat (21/3).

Sayangnya, kenangan indah itu kini tinggal cerita. Abrasi yang parah telah menggerus garis pantai, membuat hamparan pasir semakin sempit.

Pohon-pohon cemara yang menjadi ikon pantai ini pun banyak yang tumbang. Ini menambah kesan suram di pantai tersebut. Akibatnya, pengunjung pun enggan datang ke Pantai Kuwaru saat ini.  Sehingga para wisatawan lebih memilih pantai-pantai lain di sekitarnya yang kondisinya lebih baik.

Warung-warung makan yang dulu ramai pun, kini juga tutup dan menyisakan bangunan-bangunan kosong yang terbengkalai. "Sayang sekali, padahal Pantai Kuwaru itu lumayan indah dan nyaman menurut saya," lontar Aris.

Sebenarnya Aris sangat berharap untuk bisa kembali melihat Pantai Kuwaru hidup lagi. Pria berusia 25 tahun itu ingin kembali menikmati keindahannya. "Saya ingin suatu saat nanti Pantai Kuwaru bisa bangkit kembali dan menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi," cetusnya.

 

Kisah Pantai Kuwaru adalah pengingat bagi kita tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Abrasi dan kerusakan lingkungan lainnya dapat menghancurkan keindahan alam yang kita miliki.

"Saya juga berharap para wisatawan tetap menjaga kelestarian alam di mana pun. Saya tidak ingin kejadian seperti Pantai Kuwaru ini juga menimpa destinasi wisata yang lain, khususnya pantai,"  ujarnya. (ayu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#keindahan alam #PASIR HITAM #Sleman #srandakan #Pakem Cangkringan #abrasi #terbengkalai #Bantul #destinasi wisata #air laut #Pantai Kuwaru #pohon cemara udang #Wisatawan #tinggal kenangan #kelestarian alam #Kalurahan Poncosari