KEBUMEN - Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Zaeni Miftah diharap dapat membawa Geopark Kebumen menjadi lokomotif penggerak perekonomian baru. Di era kepemimpinan Lilis-Zaeni, dianggap perlu ada terobosan agar sektor pariwisata di Kebumen berdampak positif bagi masyarakat.
Hal ini ditegaskan Ketua Paguyuban Pokdarwis Kebumen Taufiq Hidayat, Minggu (23/2). Menurut dia, Geopark Kebumen harus hadir dengan segala keistimewaan. Artinya bukan hanya tentang bicara aspek geologi, tapi bagaimana memberikan nilai ekonomi kerakyatan bagi masyarakat. "Pergantian kepemimpinan harus membawa semangat baru. Sektor wisata dan geopark harus lebih dihidupkan lagi," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Kelelahan, Tiga Kepala Daerah Peserta Retret Harus Dirawat di RSUD Tidar Magelang
Lebih lanjut, Geopark Kebumen bagi Taufiq perlu hadir sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang selama ini menjadi persoalan menahun. Predikat sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah menurutnya harus segera dicari solusi melalui daya saing sektor pariwisata. "Kebumen punya daya tawar wisata yang tidak dimiliki daerah lain. Saya yakin Bu Lilis dan Gus Zaeni mampu," ucapnya.
Taufiq menilai ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian selama lima tahun ke depan, terutama terkait tata kelola pariwisata. Dalam konteks geopark, lanjut dia, butuh penegasan korelasi antara konservasi alam dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kemudian, nilai tradisi budaya juga harus menjadi bagian pengembangan Geopark Kebumen. "Budaya lokal jangan ditinggalkan. Lokal wisdom justru bisa jadi kekuatan. Contoh Jogja dan Bali," bebernya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah sepakat bahwa Geopark Kebumen dapat menjadi ladang pertumbuhan ekonomi daerah. Dia menyatakan, keberadaan Geopark Kebumen yang kini telah ditetapkan Unesco harus menjawab tantangan daerah.
Dengan kata lain geopark bukan sekadar fokus pada peningkatan mutu pariwisata, tapi juga berorientasi terhadap kondisi kemiskinan di Kebumen. "Kita ini sudah punya modal geopark. Harus didapat manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat," ungkapnya.
Zaeni menerangkan, jika berbicara potensi pariwisata dan kearifan lokal di Kebumen sebenarnya jauh lebih kaya dengan daerah lain. Kendati begitu, menurutnya butuh kesamaan persepsi untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di Kebumen.
"Tidak semua daerah punya pantai sekaligus bukit. Wilayah utara kita pertaniannya juga luar biasa. Inilah nikmat yang patut disyukuri dan dikembangkan untuk kesejahteraan," pungkasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo