MUNGKID - Dari total 21 balai ekonomi desa (balkondes) di Kecamatan Borobudur, ada empat titik yang belum optimal. Itu dikarenakan letaknya yang terlalu jauh dari Candi Borobudur dan pengelolaannya belum maksimal.
Camat Borobudur Subiyanto mengakui, ada beberapa balkondes yang pengelolaannya belum optimal. Antara lain Balkondes Sambeng, Giritengah, Tanjungsari, dan Giripurno. Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Satu di antaranya, aksesnya terlalu jauh dari Candi Borobudur.
Dia menyebut, rerata wisatawan memilih balkondes dalam radius satu hingga dua kilometer (km) dari Candi Borobudur. "Karena balkondes-balkondes itu aksesnya lebih mudah dan cepat untuk sampai ke Candi Borobudur. Sehingga ketiga balkondes itu pergerakannya belum maksimal," katanya, Kamis (20/2).
Selain akses yang dirasa cukup jauh, kata dia, sistem pengelolaan beberapa balkondes juga belum maksimal. Seperti di Balkondes Tanjungsari. Dia berharap, pemdes juga melakukan inovasi agar balkondes tersebut semakin optimal dan diminati wisatawan.
Ditemui terpisah, Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang Edwar Alfian mengutarakan, memang ada empat balkondes di Kecamatan Borobudur yang tidak berkembang secara optimal. "Yaitu Sambeng, Giripurno, Girirejo, dan Tanjungsari. Itu memang tidak aktif," lontarnya.
Dia berharap, bertambahnya balkondes menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Terlebih, area parkirnya cukup luas dan bisa menampung lebih banyak wisatawan. Edwar berharap, keberadaan balkondes dapat menumbuhkan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat sekitar. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo