BANTUL - Kapanewon Dlingo, Bantul memang dikenal memiliki sejumlah destinasi dataran tinggi yang dapat memanjakan mata pengunjung. Dipadukan dengan hamparan hutan pinus membuatnya semakin estetik bagi kebutuhan konten media sosial (medsos). Satu di antara destinasinya adalah Bukit Lintang Sewu yang berada di Kalurahan Muntuk.
Destinasi yang beroperasi sejak 2016 lalu itu memiliki sejumlah daya tarik yang dapat memanjakan wisatawan. Lokasinya yang berada di perbukitan dan ditumbuhi pohon pinus dan kayu putih terasa udara lebih segar. "Cocok untuk masyarakat perkotaan yang banyak polusi udara," ujar pengelola Bukit Lintang Sewu Lilik Samsudin, Jumat (3/1).
Bukit Lintang Sewu menghadap ke barat sehingga dapat menikmati matahari tenggelam ketika sore hari. Bentangan pemandangannya langsung menuju Kota Jogja. Tidak hanya kala sore hari, destinasi ini dapat dijadikan pilihan untuk bermalam.
Pasalnya, tersedia lahan camping ataupun glamping bagi wistawan. "Biaya camping perorang Rp 20 ribu permalam tidak termasuk peralatannya," sambungnya. Lilik membeberkan, disediakan peralatan camping bagi yang hendak menyewanya.
Sarana camping bisa dijadikan pilihan bagi rombongan dengan jumlah besar. Pasalnya, Bukit Lintang Sewu dapat menampung 400 tenda isi empat orang. "Keunggulan Bukit Lintang Sewu panorama alam dan lanskap pemandangannya ke Kota Jogja bagus dan lebar apalagi kala malam hari," ungkap Lilik.
Sementara itu, ada juga glamping seharga Rp 700 ribu permalam yang toilet gabung. Serta Rp 600 ribu permalam untuk yang toiletnya terpisah. Ada lima glamping yang dapat dimanfaatkan pengunjung.
Glamping tersebut langsung menghadap ke barat yang memperlihatkan Kota Jogja dari ketinggian. "Tarif glamping biasanya akan naik ketika momen liburan disesuaikan kondisi pasar," tuturnya. Tiket masuknya hanya Rp 5 ribu belum termasuk parkir kendaraan.
Tarif parkir mobil Rp 5 ribu sedangkan motor Rp 3 ribu. Kini, Bukit Lintang Sewu mayoritas dikunjungi oleh wisatawan yang bermalam. Apalagi ketika akhir pekan atau momen liburan panjang.
Jaraknya dari Jalan Malioboro sekitar 24 kilometer. Wisatawan yang baru pertama kali ke Bukit Lintang Sewu harus berhati-hati karena kontur jalannya yang menanjak dan berkelok. (rul/pra)
Editor : Heru Pratomo