Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sensasi Rafting Menyusuri Sungai Elo di Magelang, Aman untuk Pemula, Termasuk Yang Tak Bisa Berenang

Naila Nihayah • Minggu, 1 Desember 2024 | 12:50 WIB
SERU: Sejumlah wisatawan mancanegara tampak menikmati kegiatan rafting di Sungai Elo Magelang.
SERU: Sejumlah wisatawan mancanegara tampak menikmati kegiatan rafting di Sungai Elo Magelang.

 

MUNGKID - Kabupaten Magelang menawarkan banyak pilihan wisata alam yang menawan. Selain menikmati hamparan alam di lereng pegunungan, pengunjung juga bisa menyusuri Sungai Elo dengan rafting. Pengunjung dapat menikmati alam dengan sensasi yang berbeda karena menggunakan perahu.

Rafting di Sungai Elo ini tersedia dari berbagai macam operator. Meski begitu, seluruh operator akan memulai rafting dari tepi jembatan Blondo, Mungkid dan berakhir di jembatan Mendut, Mungkid. Dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 12 kilometer (km) dan waktu perjalanan 2,5 jam pengarungan.

Seorang operator Elorivers Adventure Hadi menjelaskan, rafting ini mulai ada di Kabupaten Magelang sejak 1996 silam. Dengan satu operator atau pelaku wisata yang menawarkan jasa rafting. Namun, baru dikenal oleh khalayak umum sekitar 2003.

"Tapi, sekarang sudah ada 21 operator yang tergabung dalam Paguyuban Operator Arung Jeram Magelang (POAJM)," ujarnya, Jumat (29/11).

Dia mengatakan, tingkatan rafting di Sungai Elo ini terbilang aman untuk pemula karena berada pada tingkat II. Dengan minimal usia 10 tahun. Bagi pengunjung yang tidak bisa berenang pun, dapat mengikuti rafting dengan keseruan yang sama. Mengingat operator akan memberikan pelampung yang wajib dipakai sebelum dan selama rafting berlangsung.

Terlebih, setiap perahu akan ada seorang pemandu atau instruktur yang telah mengantongi sertifikasi. Sehingga keselamatan dan keamanan pengunjung benar-benar akan diperhatikan.

Sebelum menaiki perahu, pengunjung akan mendapatkan informasi seputar kegiatan rafting hingga penggunaan dayung yang benar. Selama perjalanan, pengunjung akan menyusuri sungai dengan arus yang terkadang tenang dan deras.

Dia menyebut, satu perahu memiliki kapasitas empat orang penumpang ditambah satu instruktur. Seperti kebanyakan sungai lain, Sungai Elo juga terdapat bebatuan dengan berbagai macam ukuran. Perahu yang tersendat di bebatuan besar, menjadi tantangan tersendiri bagi penumpang untuk mengembalikan posisi perahu seperti semula.

Keseruan itu juga bisa dirasakan ketika ada rombongan perahu lain yang saling menyipratkan air. Sesekali berusaha untuk menjatuhkan penumpang lawan. Di tengah perjalanan atau sekitar enam km, perahu akan menepi untuk beristirahat sejenak sembari menikmati camilan dan kelapa muda di warung yang terletak di tepi sungai.

Selesai istirahat, susur Sungai Elo kembali dilanjutkan dengan tujuan akhir di jembatan Mendut. Untuk jam operasionalnya, kata dia, tergantung masing-masing operator karena mereka menginduk di sejumlah restoran. Namun, biasanya mulai menerima pengunjung pada pukul 07.00 hingga 15.00.

Baca Juga: Retribusi Ditarget Hampir Rp 3 Miliar, UPTD Perparkiran Kabupaten Sleman Imbau Seluruh Pengelola Urus Perizinan

Dia menambahkan, pengunjung dapat mengeluarkan biaya Rp 800 ribu per perahu dengan berbagai fasilitas. Termasuk asuransi, kepala muda, hingga transportasi lokal. "Pengunjungnya dari berbagai daerah di Jawa. Bahkan, terkadang ada juga pengunjung dari mancanegara," sebutnya.

Hadi mengatakan, setiap hari akan ada pengunjung yang melakukan rafting. Tak terkecuali di musim penghujan seperti ini. Namun, masing-masing operator tetap akan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk layak tidaknya rafting di Sungai Elo. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#perahu #Sungai Elo #Kabupaten Magelang #wisata alam #Aman #pemula #rafting