RADAR JOGJA - Sleman bagian barat memang terkenal dengan wisata alamnya. Salah satunya di Kapanewon Godean yang memiliki Bukit Pandawa. Di sini para pengunjung diajak untuk merasakan sensasi mendaki untuk mendapatkan pemandangan cantik.
Pemandangan tersebut berupa hamparan sawah dan perbukitan menoreh. Apabila pengunjung datang pada sore hari maka berkesempatan dapat melihat indahnya matahari terbenam.
Lokasi Bukit Pandawa ini berada pada Area Sawah, Kalurahan Sidorejo. Di sini pengunjung bisa datang tanpa ditarik tarif retribusi. Bukit Pandawa sendiri juga memiliki keunikan dari bantuan dioritnya yang berusia sangat tua. Disebut-sebut lokasi ini juga masuk dalam warisan geologi. Sehingga, kerap kali jadi tempat untuk melakukan penelitian kebumian.
Ketua Paguyuban Perumahan Godean Jogja Hills periode 2024 hingga 2026 Pangestu Tri Atmaja menuturkan, pada masa jayanya ada ratusan wisatawan yang berkunjung terutama pada hari libur. Namun, sejak 2022, wisata ini memang semakin sepi. "Dulunya ini gunung, tetapi dialihfungsikan jadi perumahan subsidi," katanya.
Untuk dapat mencapai puncak Bukit Pandawa tak diperlukan waktu lama. Nantinya ketika telah sampai di atas, pengunjung akan disuguhkan patung pandawa berukuran raksasa. Selain itu, terdapat patung panda dengan berbagai ukuran. "Kalau sekarang, pengunjungnya hanya satu dua saja. Kebanyakan para remaja," ucap Pangestu.
Dia bercerita, dulunya Bukit Pandawa turut berdampak bagi peningkatan taraf ekonomi masyarakat di sekitarnya. Sebab beberapa warga turut membuka lapak jualan. Di sisi lain, dulunya dikenakan tarif parkir. "Dulunya banyak pesepeda ke sini. Tapi sekarang jarang sekali," katanya.
Saat menuju Bukit Pandawa, pengunjung memang akan disuguhkan oleh nuansa pedesaaan yang kental. Terlebih, sepanjang jalannya juga dilewati oleh Selokan Mataram.
Menurut Pangestu, batas maksimal ada di puncak bukit adalah pukul 17.00. Setelah itu, pengunjung akan diminta turun. Hal ini lantaran bukit berada di balik pemukiman warga sehingga dikhawatirkan kegiatan wisatawan bisa mengganggu. "Bukitnya ini kokoh dan aman. Selama ini enggak pernah ada apa-apa," ucapnya.
Pangestu hanya berharap, Bukit Pandawa bisa dirawat dan direnovasi. Dengan demikian, bisa menjadi wisata yang ramai oleh para pengunjung. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo