PURWOREJO - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho menyebut, Kabupaten Purworejo masih hanya menjadi perlintasan saja. Belum banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke wisata di Purworejo.
Dia mencontohkan, Stasiun Kutoarjo itu menjadi titik penurunan wisatawan mancanegara yang hendak melakukan kunjungan wisatawan ke wilayah lain, seperti Wonosobo ataupun Magelang. “Tapi jarang yang mampir melihat berbagai destinasi di Purworejo," katanya Kamis (7/11).
Hal itu menjadi sebuah tantangan besar bagi Pemkab Purworejo dan para pelaku wisata. Menurutnya, perlu banyak upaya seperti menjual paket wisata yang menarik di Purworejo. “Terlebih, operasional YIA akan optimal di 2026. Di tahun yang sama, Bendungan Bener di wilayah Kecamatan Bener juga akan selesai dan siap dioperasionalkan," jelasnya.
Untuk itu, perlu persiapan yang matang untuk peluang tersebut. Aan menyebut, Kabupaten Purworejo harus berbenah mulai sekarang. Berbagai destinasi dan segala daya dukungnya harus disiapkan sebaik mungkin.
Salah satunya adalah suasana pegunungan yang menjadi potensi di wilayah Kabupaten Purworejo. “Kunci pariwisata pegunungan adalah suasana kehidupan. Kalau hanya mengandalkan keindahan, orang tidak akan datang dua kali,” kata dia.
Dia mendorong desa-desa yang memiliki potensi wisata menarik saling bersinergi. Misalnya, di wilayah Kecamatan Kaligesing terdapat Desa Pandanrejo yang desa wisatanya jalan. Yakni, harus bersinergi dengan desa didekatnya seperti Tawangsari, Tlogoguwo dan Donorejo untuk menyiapkan paket wisata khusus yang menarik.
Dalam konteks ini, peran para pemandu atau pengelola desa wisata menjadi sangat penting. Untuk itu, Dinporapar Purworejo telah memberikan pelatihan kepada para pemandu wisata gunung di Kabupaten Purworejo. Yaitu, pemandu wisata dari desa-desa yang memiliki potensi pegunungan di Kabupaten Purworejo.
Aan berharap, dengan adanya pelatihan tersebut ilmu yang didapatkan dapat terserap. "Semoga bisa mendapatkan ilmu dan bisa diimpor ke destinasi wisata yang dimiliki," tandas Aan. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo