Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Kalurahan Pampang, Mayoritas Warganya Pengrajin Perak, Warisan Nenek Moyang Yang Diteruskan ke Anak Cucu

Andi May • Minggu, 13 Oktober 2024 | 17:10 WIB
Karya-karya kerajinan perak di Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul.
Karya-karya kerajinan perak di Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul.

 

GUNUNGKIDUL - Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul terkenal dengan kampung perak. Dulunya, warga setempat mayoritas berprofesi sebagai pengrajin perak.

 

Keahlian dalam menyulap perak menjadi aksesoris hingga perhiasan merupakan warisan nenek moyang warga setempat. Hal itu tetap dilestarikan hingga kini. Tentunya, sebagai penunjang ekonomi warga setempat.

 

Pengrajin Perak Kalurahan Pampang Mardiyono mengatakan, hampir setiap rumah di Gunungkidul memiliki mini workshop kerajinan perak. Dirinya telah menggeluti keahlian kerajinan perak sejak 1996 silam.

 

"Karena orang tua kami maupun nenek moyang kami adalah pengrajin perak, sehingga keahlian itu diteruskan ke anak cucu," ujar Mardiyono kepada Radar Jogja, Jumat (10/9).

 Baca Juga: Siswa SD Swasta di Kota Jogja Diduga Jadi Korban Perundungan, Sekolah Dinilai Lepas Tangan, Disdikpora Segera Memediasi Kedua Pihak

Baca Juga: Rawan Terkena Dampak Gempa Bumi Megathrust, BPBD Kota Jogja Klaim Jalur Evakuasi dan Tikum Bencana Sudah Memadai di Kampung Padat Penduduk

Beragam hasil olahan perak yang memiliki nilai jual seperti cincin, kalun, gelang, aksesoris batik dan lain-lain. Bahkan, dari perak mereka dapat membuat miniatur candi, buku, dan pesawat.

 

Selain dari warisan nenek moyak, keahlian kerajinan perak turut diperdalam dengan pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh warga setempat. Di Kalurahan Pampang, para pengrajin perak memiliki kelompok-kelompok usaha.

 

"Dulunya, jumlah pengrajin ratusan, tapi sekarang kurang lebih sisa 30 orang," tuturnya.

 

Mardiyono menuturkan, jumlah permintaan setiap harinya tidak menentu. Namun begitu, minat terhadap karya-karya kerajinan masih disukai banyak orang. Terutama bagi wisatawan di Kota Yogyakarta.

 

"Hasil kerajinan kami di jual ke Kota Yogyakarta sebagai ole-ole, tapi kadang juga kami menerima pesanan custom dari konsumen," tuturnya.

 Baca Juga: Distribusi Beras Bulog Terindikasi Melanggar Aturan Kampanye, Gambar Joko Purnomo-Rony Wijaya Terpampang pada Truk saat Penyaluran

Baca Juga: Camat Magelang Selatan Diduga Langgar Netralitas ASN, Pjs Wali Kota Magelang: Sudah Kami Tegur

Harga yang dipatok untuk custom perak juga bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Hal itu ditentukan dengan jumlah atau kualitas dari karya kerajinan perak.

 

"Biasanya untuk cincin tunangan atau pernikahan," jelasnya.

 

Meskipun jumlah pengrajin perak di Kalurahan Pampang mulai berkurang, dirinya masih optimistis bahwa kampung perak di Gunungkidul akan tetap bertahan. (ndi)

Editor : Heru Pratomo
#workshop #Paliyan #Gunungkidul #Pengrajin Perak #Kerajinan #pampang