RADAR JOGJA - Candi Ijo adalah salah satu permata tersembunyi Yogyakarta yang menawarkan pesona alam dan budaya yang luar biasa.
Terletak di perbukitan Baturagung, candi ini berdiri sebagai candi dengan posisi tertinggi di Yogyakarta, candi ini menyuguhkan pemandangan yang memukau serta pengalaman wisata yang tak terlupakan.
Selain keindahan arsitektur kunonya, pengunjung juga bisa menyaksikan pesawat yang tengah landing di Bandara Adisutjipto dari kejauhan, sebuah kombinasi unik yang hanya bisa dinikmati di Candi Ijo.
Berada di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut, candi ini tak hanya memamerkan keindahan arkeologis, tetapi juga menyajikan lanskap alam yang luar biasa.
Candi Ijo menjadi alasan utama mengapa landasan pacu Bandara Adisutjipto tidak bisa diperpanjang ke arah timur.
Dari teras-terasnya, pengunjung bisa melihat pemandangan yang menakjubkan berupa sawah bertingkat dan perbukitan yang membentang sejauh mata memandang.
Candi Ijo merupakan kompleks yang pertama kali ditemukan pada tahun 1886 oleh H.E. Dorrepaal dan terdiri dari 11 teras bertingkat.
Pada teras tertinggi yang juga merupakan teras paling sakral, terdapat bangunan candi induk yang menghadap ke barat, ditemani oleh beberapa candi perwara kecil.
Dengan latar belakang agama Hindu, hal ini dibuktikan oleh adanya arca-arca dewa seperti Siwa, Ganesha, Durga, dan Agastya, serta simbol lingga-yoni yang menguatkan identitas spiritual candi ini.
Baca Juga: Ada 484 Karyawan Terkena PHK, Disnaker Sleman Harap Perusahaan Penuhi Hak Pekerja
Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 ini tak hanya dikenal karena sejarahnya, namun juga karena pemandangan sunset yang spektakuler.
Saat senja tiba, langit di sekitar candi perlahan berubah warna menjadi merah jingga yang mempesona.
Siluet candi-candi yang menjulang tinggi dengan latar belakang matahari terbenam menciptakan suasana romantis yang memikat hati setiap pengunjung.
Tak hanya menghadirkan pesona alam dan budaya, Candi Ijo juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti toilet, pos satpam, loket tiket, papan informasi, mushola, serta tempat parkir yang luas.
Warung makan juga tersedia untuk wisatawan yang ingin menikmati kuliner lokal sambil bersantai setelah menjelajah.
Candi Ijo buka setiap hari dengan jam operasional pukul 09.00-17.00 WIB pada hari kerja, dan pukul 07.00-17.00 WIB pada hari libur.
Harga tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp7.000 untuk wisatawan lokal dan Rp15.000 untuk wisatawan asing.
Jadi, apakah kalian tertarik untuk mengunjungi situs bersejarah sekaligus menikmati keindahan alam yang memukau di Candi Ijo Yogyakarta?