GUNUNGKIDUL - Angka kunjungan objek wisata di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan angka penurunan sejak Juli hingga September 2024.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Gunungkidul, pada Juli 2024, angka kunjungan mencapai 437.124 kali. Agustus mengalami penurunan dengan total kunjungan 221.346 kali. Pada September 2024, jumlah kunjungan mencapai 247.550 kali.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu Wardana mengatakan, beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan angka kunjungan objek wisata. Selain minimnya hari libur, isu gempa megathrust juga menjadi penyebab berkurangnya angka kunjungan tersebut.
"Melihat hari-hari libur Agustus sampai September 2024 kemarin memang sangat minim, kami juga mendapatkan informasi dari pengelola wisata adanya pembatalan kunjungan kerena isu gempa megathrust," ujar Windu saat dihubungi, Selasa (1/10).
Namun begitu, Windu menyebutkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) wisata yang terkumpulkan mencapai Rp 24,4 miliar. Sedangkan target dalam setahunnya Rp 29 miliar.
Baca Juga: Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Resmi WNI, Erick Thohir: Menambah Kekuatan Lawan Bahrain dan China
Pada September 2024 kemarin, lanjut Windu, raupan PAD Wisata mencapai Rp 2,5 miliar. Pihaknya optimistis dapat mencapai target hingga akhir tahun nanti. "Kalau melihat angka kunjungan sekarang, bisa dibilang landai, kami terus berupaya untuk menggenjot jumlah kunjungan dalam beberapa bulan ke depan," lajuntya.
Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan biasanya terjadi pada Desember 2024 mendatang. Momen libur akhir tahun objek-objek wisata bakal dipadati oleh wisatawan.
"Kalau Oktober sampai November kelihatannya tidak ada momen libur panjang, maka dari itu kami memprediksi peningkatan jumlah kunjungan terjadi pada momen libur natal dan tahun baru nanti," tuturnya.
Dalam upaya peningkatan jumlah kunjungan, kata Windu, pihaknya terus melakukan promosi dan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik wisatawan. Hingga saat ini, objek wisata pantai menjadi wisata unggulan di Gunungkidul.
"Promosi terus kami lakukan bagi dari berbagai event maupun media sosial," tandasnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo