Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalurahan Kaligintung, Temon, Kulon Progo Gunakan APBKal untuk Kembangkan Potensi Pertanian

Anom Bagaskoro • Minggu, 29 September 2024 | 17:10 WIB
PANEN: Panen raya di Tanah Kas Desa Kalurahan Kaligintung.
PANEN: Panen raya di Tanah Kas Desa Kalurahan Kaligintung.

 

 

RADAR JOGJA - Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulon Progo punya cara dalam mengelola APBKalnya. Dalam pembuatan anggaran belanja, pemerintah Kalurahan Kaligintung berfokus dalam mengembangkan pertanian. Sejumlah anggaran digelontorkan dalam upaya peningkatan hasil panen.

"Kami memasukkan komponen pertanian dalam APBKal, tentunya untuk mengangkat potensi yang ada," ucap Lurah Kaligintung Mukholish Fuad, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Jumat (27/9).

Fuad menjelaskan, penggelontoran anggaran di sektor pertanian bukan tanpa sengaja. Lantaran, melihat potensi besar di sektor pertanian. Kalurahan Kaligintung memiliki demografi yang dekat dengan sektor ini. Hampir 70 persen penduduk kalurahan ini, berprofesi sebagai petani, maupun pekerja di bidang pertanian.

Hal ini juga didukung lokasi Kalurahan Kaligintung yang memiliki lahan pertanian pribadi yang luas. Terlebih, tanah kas desa Kalurahan Kaligintung cukup luas dan optimal selama berpuluh-puluh tahun dikembangkan sebagai lahan pertanian. "Menangkap potensi yang ada, tentunya dengan tujuan mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Diikuti 180 Stan, di Manunggal Fair 2024 Dapat Lihat Proses Pembangunan Bandara

Baca Juga: KONI DIY Usulkan Penyelenggaraan PON Dipegang Pemerintah Pusat, Berkaca dari Sejumlah Kontroversi dan Cerita Kelam di Aceh dan Sumut Kemarin

Fuad menuturkan, pada awalnya pemerintah kalurahan memasukkan komponen penanganan hama pertanian dalam APBKal. Komponen ini sengaja dimasukkan, melihat naiknya potensi gagal panen akibat hama yang tak terkendali. Di tahun-tahun sebelumnya, banyak petani di wilayahnya mengeluhkan pengendalian hama yang kurang efektif. Ditambah dengan harga obat pengendali yang semakin naik.

Di 2024 Kalurahan Kaligintung juga melakukan pembinaan pada petani tentang pemanfaatan teknologi. Pembinaan dilakukan dengan memancing minat petani menggunakan teknologi pertanian. Caranya, Kalurahan Kaligintung menyewa drone udara untuk menyemprot pestisida. "Dari situ mulai banyak petani yang berpindah menggunakan teknologi pertanian, seperti sprinkle," ujarnya.

Upaya kalurahan dalam mengembangkan potensi pertanian juga dilakukan dengan cara pengembangan kelompok tani. Di Kaligintung terdapat kelompok tani yang terus memperoleh prestasi, yaitu Kelompok Tani Silayur. Prestasi kelompok ini tak lepas dari peran pemerintah kalurahan dalam mengakomodir kepentingan petani.

Kelompok Tani Silayur, telah berulangkali mendapatkan program dari pemerintah pusat. Terakhir kali, kelompok ini menjadi satu-satunya kelompok yang berasal dari DIJ yang mengikuti program Pengendalian Hama Terpadu. Menunjukkan keberhasilan kelompok ini di bidang pertanian. "Di tahun depan untuk mengembangkan sektor pertanian, kami juga membuka keran investasi," ucapnya.

Mulai tahun ini, Pemerintah Kalurahan melalui BUMKal mencoba menggaet investor. Tujuannya memberikan dukungan pembangunan dalam mengembangkan Agrowisata di Kalurahan Kaligintung. Lahan pertanian yang dekat dengan Bandara YIA, memiliki nilai ekonomis tinggi dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan dengan sektor pariwisata. (gas)

Editor : Heru Pratomo
#Pertanian #Kulon Progo #kalurahan #temon #tkd #tanah kas desa #kaligintung #APBKal