RADAR JOGJA - Masa libur long weekend Maulid Nabi Muhammad SAW pada 14-16 September 2024 membuat jumlah kunjungan wisata ke DIJ melonjak. Libur panjang ini pun mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke DIJ di masa low season.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIJ Bobby Ardianto mengatakan, kunjungan wisata ke Jogjakarta pada long weekend Maulid Nabi melonjak signifikan. Jumlahnya di atas 50 persen jika dibandingkan hari-hari biasa.
"Long weekend kali ini cukup mendongkrak kunjungan wisata DIJ. Di mana bulan ini mestinya sudah masuk low season,” katanya Senin (16/9).
Ia menuturkan, wisatawan yang berkunjung ke DIJ didominasi kalangan keluarga dan individu. Mayoritas wisatawan masih berasal dari Pulau Jawa. Sebab aksesnya mudah dan jaraknya juga relatif dekat.
Baca Juga: Kunjungi Kontingen Yogyakarta , KGPAA Paku Alam X Beri Motivasi Atlet Yang Berlaga di PON XXI
"Dari laporan oleh beberapa pelaku akomodasi, lonjakan (wisatawan) memang cukup signifikan,” ujarnya.
Bobby menyebut, long weekend yang memiliki hari libur tanpa jeda akan berdampak signifikan pada kunjungan wisata. Seperti pada pertengahan September ini, di mana terdapat libur tiga hari berturut-turut.
“Lonjakan wisatawan di ring 1 dan ring 2 lumayan. Mayoritas masih masuk ring 1 dan 2, tetapi ada limpahan ke ring 3, meskipun tidak full ke ring 3," jelasnya.
Menurutnya, biasanya pelaku wisata sudah paham dengan pola lonjakan wisata seperti saat ini. Untuk itu, para pelaku wisata sudah menyiapkan produk dan layanan mereka dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa tambahan event di sekitar hotel. "Disesuaikan kondisi, artinya ekosistemnya menyesuaikan dengan pola-pola seperti itu," bebernya.
Bobby menyampaikan, niat para pelancong tidak surut. Meskipun telah terjadi empat kali deflasi hingga Agustus 2024. Menurutnya, daya beli dan keinginan para wisatawan masih tetap ada. "Di Jawa ini dimudahkan dengan infrastruktur dan aksesibilitas," katanya.
Baca Juga: Ironis, sebelum ke YIA, Produk Ekspor Dikirim ke Daerah Lain, Kulon Progo Bangun Terminal Ekspor
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, okupansi hotel di Jogjakarta pada long weekend kali ini melebihi target. PHRI sendiri menargetkan okupansi selama libur panjang akhir pekan ini sebesar 75 persen.
Target ini ditetapkan dari sejumlah pertimbangan, termasuk daya beli masyarakat. "Apalagi melihat data okupansi sepanjang Agustus sampai awal September 2024. Rata-rata okupansi hotel hanya 30-40 persen, maksimal 60 persen saja," ujarnya.
Ia mengatakan, mulai 13 September 2024 jumlah okupansi naik menjadi 75 persen. Kemudian sehari setelahnya naik menjadi 85 persen. Sementara wilayah tengah bahkan bisa mencapai 95 persen. "Minggu masih baik, tapi mulai hari ini agak drop karena wisatawan sudah mulai pulang," katanya. (tyo/laz)
Editor : Heru Pratomo