Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buka Gelar Desa Wisata Jateng 2024 di Purworejo, Disporpar: Desa Wisata Hampir Sama, Harus Gali Keunikannya

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 14 September 2024 | 11:40 WIB
Suasana pameran desa wisata dan ekraf Jateng 2024 di kawasan Alun-Alun Purworejo, Jumat (13/9).
Suasana pameran desa wisata dan ekraf Jateng 2024 di kawasan Alun-Alun Purworejo, Jumat (13/9).

 

PURWOREJO - Gelar desa wisata Jawa Tengah (Jateng) 2024 di Alun-Alun Purworejo telah dibuka. Masyarakat Kabupaten Purworejo bisa hadir menyaksikan potensi-potensi desa wisata di Jateng dalam sekali kunjungan.

Kegiatan pameran tersebut dibuka oleh Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Ariya Candra Destiyanto di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jumat (13/9). Sekaligus, pengumuman pemenang lomba gelar desa wisata tahun ini yang telah berproses sejak awal Juli hingga awal September 2024.

Ariya menyampaikan, kegiatan Gelar Wisata Jateng 2024 merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi desa-desa wisata yang ada di Jateng. "Tahun ini merupakan gelaran yang ke-9. Di 2020 sempat terhenti karena pandemi Covid-19," ungkapnya Jumat (13/9).

Baca Juga: Ratusan Robot Terbang Buatan Mahasiswa se-Indonesia di Ajang KRTI Siap Berkonstestasi di Gunungkidul

Baca Juga: Gandeng Pendekar United, By.U Ajak Pelajar Di Yogyakarta Wujudkan Mimpi Jadi Pemain Futsal Pro

Dikatakan, tahun ini mengusung tema membangun desa wisata menuju masyarakat sejahtera. Hal tersebut menjadi sebuah gerakan bersama untuk membangun semangat dan berusaha mengembangkan desa wisata untuk mensejahterakan masyarakat.

Dia menyebutkan, tantangan desa wisata itu ada beberapa hal seperti jenis wisata hampir sama di semua wilayah, digitalisasi, dan infrastuktur yang mewadai. "Untuk itu desa wisata harus menggali keunikannya masing-masing, masyarakat harus meningkatkan kapasitas untuk mengikuti perkembangan digital, serta infrastruktur harus diperbaiki," kata dia.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Achmad Kurniawan Kadir menyampaikan, dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir, sektor pariwisata terus menggeliat dan menjadi primadona baru dalam pembangunan nasional. Bahkan, perolehan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

Meski sempat terpuruk karena pandemi Covid-19, kini dunia pariwisata berhasil bangkit kembali. Pembangunan bidang pariwisata di Kabupaten Purworejo juga terus dilaksanakan, meskipun branding Romansa Purworejo 2020 telah berlalu.

Baca Juga: Markas Damkar di Godean Dirampok, Modus Laporan Palsu Minta Bantuan Evakuasi Ular, Tas dan HP Dibawa Kabur

Baca Juga:  GKR Mangkubumi Pimpin Prosesi Tumplak Wajik, Masyarakat Cari Singgul untuk Tangkis Sawan

Terlebih, dengan hadirnya beberapa proyek strategis nasional yakni Bandara Internasional Yogyakarta, Badan Otorita Borobudur, Bendungan Bener dan jalan tol Cilacap-Jogjakarta. Wawan sapaannya menyebut, dengan hadirnya mega proyek itu dimanfaatkan dengan baik oleh Kabupaten Purworejo dengan terus menggali dan mempromosikan potensi yang dimiliki.

"Kami berharap dengan adanya Gelar Desa Wisata Jawa Tengah tersebut dapat menjadi ajang pertukaran ide, kolaborasi, dan inspirasi bagi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan desa wisata," harap dia.

Salah satu peserta pameran yaitu Desa Wisata Kemutug Lor, Baturaden, Banyumas. Kepala Desa Kemutug Lor Sarwono mengatakan, pameran desa wisata dan ekraf sangat bermanfaat dan perlu diagendakan.Menurutnya, masyarakat di Jawa Tengah perlu mengetahui potensi-potensi yang ada di desa. Jadi, masyarakat tidak hanya mengenal destinasi seperti Borobudur, dan lain-lain. "Banyak desa-desa yang juga memiliki potensi dan potensi wisata itu sangat membantu masyarakat sekitar," ungkap dia. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#jateng #sekda #disporpar #desa wisata #Purworejo