RADAR JOGJA - Udara sejuk, pemandangan bantaran sawah, atau sekedar melihat terbitnya matahari pagi. Semua itu dapat dirasakan di Geowisata Gunung Ireng, Kalurahan Pengkok, Patuk, Gunungkidul.
Menikmati akhir pekan tidak harus ke pantai. Dari Kota Jogja, wisatawan hanya perlu menempuh jarak 22 Kilometer dengan wamtu tempuh 50 menit menggunakan kendaraan bermotor ataupun mobil. Tak perlu mendaki untuk sampai ke puncak, akses jalan yang sedikit menanjak dan mulus dapat dilalui semua kendaraan.
Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk berkunjung ke Geowisata Gunung Ireng, hanya Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu parkir kendaraaan, wisatawan dapat menghabiskan waktu sehari untuk menikmati keindahan alam di sana.
Baca Juga: Tahun Ini Fokus Tempat Take Off, 2025 Kulon Progo Punya Objek Wisata Paralayang di Banjarasri
Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Gunung Ireng Sulistyanto mengatakan, daya tarik wisata ialah menanti senja dan sunrise di puncak Gunung Ireng, lautan awan, dan pemandangan bentaran sawah. "Wisatawan biasanya datang untuk menikmati pemandangan, biasanya waktu ramai ketika sore atau pagi hari untuk melihat matahari terbit ataupun terbenam," ujar Sulistiyanto kepada Radar Jogja, Jumat (6/9).
Bukan hanya keindahan alam, jajanan kuliner khas daerah setempat juga bakal memanjakan wisatawan. Menurutnya, yang paling diminati wisatawan ialah kopi hitam serta bubur ayam khas daerah setempat.
Selain itu juga, pihaknya juga menyediakan berbagai fasilitas diantaranya gazebo, spot-spot foto, rumah sasak dan musala. Halaman parkir juga cukup luas untuk memarkirkan kendaraan bus, mobil maupun motor. "Seringkali juga dijadikan tempat prawedding, biasanya kami patok dengan tarif Rp 200 ribu untuk empat orang, kami juga melayani camping ground," jelasnya.
Dia menyebut, jumlah wisatawan yang berkunjung setiap bulannya mencapai 500 sampai 600 orang. Terbanyak buasanya di akhir-akhir pekan baik dari luar daerah maupun wisatawan lokal.
Baca Juga: Mengenal Duta GenRe DIY Arina Binti Adhima, Jadi Wadah Meminimalisasi Masalah Remaja
Baca Juga: Sama-Sama Bikin Repot, Sulit Dapat E-Materai Solusinya Bisa Kirim LHKPN Balon Pilkada ke KPK
Gunung Ireng resmi dijadikan obyek wisata oleh warga setempat sejak 2013 silam. Mengandalkan swadaya masyarakat untuk mempercantik dan mengadakan fasilitas-fasilitas wisata. "Nama Gunung Ireng karena terdiri dari batuan-batuan berwarna hitam, batuan hitam berasal dari proses oksidasi gunung api pada 20 juta tahun yang lalu," ucapnya.
Wisatawan Asal Pacitan Hadid Husaini mengatakan, dirinya berkunjung untuk melihat lautan awan dari puncak Gunung Ireng pada pagi hari. Geowisata Gunung Ireng diketahuinya dari media sosial. "Suasananya tenang, pemandangannya juga bagus, persis seperti foto-foto yang beredar di media sosial," ujar Hadid.
Menurutnya, Wisata Gunung Ireng salah satu tempat yang bagus untuk menikmati akhir pekan. Harga yang tak sampai Rp 10 ribu untuk sekali masuk sangat murah untuk menikmati suasana alam di Gunung Ireng. "Sambil menyeruput kopi dan menunggu matahari terbit sangat cocok di tempat ini, apalagi bersama dengan keluarga," tuturnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo