RADAR JOGJA - Pada 2025 Kulon Progo akan memiliki objek wisata paralayang yang bertempat di Bukit Giri Sembung, Kalurahan Banjarasri. Saat ini objek wisata tengah dalam masa pengerjaan, dengan fokus pada sarana dan prasarana penunjang.
Ditargetkan objek wisata yang belum diberi nama ini akan beroperasi di 2025 nanti. "Orientasinya untuk wisata, dengan menyajikan paket wisata paralayang," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, Jumat (6/9).
Joko menuturkan, munculnya objek wisata ini terjadi setelah beberapa komunitas paralayang melakukan penerbangan dari lokasi tersebut. Untuk menangkap peluang itu, pihaknya mencoba mengembangkan wisata, berkolaborasi dengan Kalurahan Banjarasri.
Pada 2024 ini, digelontorkan anggaran sekitar Rp 600 juta yang berasal dari Dana Keistimewaan. Anggaran ini digunakan untuk membangun sarpras baik di dalam maupun diluar objek paralayang. "Tahun ini fokus penyelesaian pada tempat take off," tegasnya.
Baca Juga: Sama-Sama Bikin Repot, Sulit Dapat E-Materai Solusinya Bisa Kirim LHKPN Balon Pilkada ke KPK
Sebelumnya, Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi dan Paniradya Pati Kaistimewaan Aris Eko Nugroho sempat meninjau progres pembangunan. Tampak jelas progres pembangunan dapat berakhir di 2025. Lantaran, saat ini pengerjaan sampai dalam pembangunan infrastruktur.
Nantinya selain wisata paralayang, terdapat juga fasilitas lain yang dapat dikunjungi. Diantaranya homestay, dan cafe. Tentunya dengan memanfaatkan panorama Bukit Giri Sembung yang dapat melihat kondisi dataran rendah.
Menanggapi perihal potensi objek wisata paralayang, Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi optimis dengan daya tarik objek wisata ini. Lantaran tak hanya untuk sport tourism, potensi lain objek wisata ini berupa panorama landscape alam.
Siwi menuturkan, keberadaan objek wisata paralayang diharapkan mampu memberikan pilihan kepada para pengunjung yang datang ke Bumi Binangun. Dengan pilihan yang beragam, jumlah kunjungan berpotensi mengalami kenaikan. Sehingga berefek baik pada ekosistem pariwisata sekitar. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo