RADAR JOGJA-Bangunan Warungboto pada zaman dahulu adalah sebuah Pesanggrahan Rejowinangun. Saat ini Pesanggrahan lebih dikenal dengan nama situs Warungboto yang merupakan sebuah situs bersejarah dari abad ke-18. Situs Warungboto dahulunya adalah sebuah pesaggrahan raja dan keluarga, yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II sejak ia masih menjadi seorang pangeran dengan nama Pangeran Rejakusuma.
Selain sebagai tempat beristirahat penggunaan bangunan Pesanggrahan Rejawinangun juga merupakan sebuah banteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta. Bangunan utama pesanggrahan yang tersisa saat ini terletak di Jalan Veteran No. 77, Kalurahan Warungboto, Kêmantrèn Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sementara itu, bangunan yang tersisa di Kalurahan Rejowinangun adalah benteng pesanggrahan di sebelah timur Sungai Gajah Wong.
Baca Juga: Prediksi Prancis vs Italia Nations League A Grup 2 Sabtu 7 September Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Situs ini memiliki nama asli Pesanggrahan Rejawinangun, yang berfungsi sebagai sebuah pesanggrahan dan pemandian. Situs tersebut mulai dibangun oleh Gusti Raden Mas Sundara ketika menjadi putra mahkota Sri Sultan Hamengkubuwana I sampai dengan masa pemerintahannya memerintah kesultanan. Beberapa sumber primer seperti Tidjschriff voor Nederlandsch Indie, Serat Rerenggan, dan Babad Momana menyebutkan bahwa pesanggrahan ini mulai dibangun sejak tahun 1711 Jawa atau 1785 Masehi.
Bangunan situs ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bangunan di sebelah barat dan timur Sungai Gajah Wong. Situs tersebut didirikan di sisi barat dan sisi timur sungai dengan memanfaatkan tangga bertingkat sungai, antara kompleks bangunan yang berada di sisi timur dengan bangunan yang berada di sisi barat sungai memiliki sumbu imajiner yang membujur dari timur ke barat.
Baca Juga: 95 Tahun PSIM Yogyakarta, Berjaya atau Sama Saja?
Selain itu, situs itu juga dilengkapi dengan kolam, taman, dan kebun layaknya sebuah pesanggrahan secara umum. Hal ini dikarenakan fungsinya berkaitan dengan kenyamanan dan ketenangan sultan dan kerabatnya
Situs ini secara geografis dan ekologis mempunyai tingkat keterancaman yang tinggi, khususnya bencana alam gempa bumi. Sepanjang sejarahnya, ada dua gempa besar yang menyebabkan beberapa bagian bangunan situs ini rusak, yaitu pada 10 Juni 1867 dan 27 Mei 2006.
Baca Juga: Kesulitan Hamil? Kenali Tanda dan Penyebab Gangguan Kesuburan: Simak Cara Mengatasinya
Sebelum selesai direnovasi dan dipugar oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) D.I. Yogyakarta pada 23 Desember 2016, situs itu hanyalah reruntuhan dan puing bangunan yang kurang terawat. Namun, saat ini bangunan tersebut dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Situs ini mulai populer ketika Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution melakukan sesi foto pra nikah di tempat ini. Situs Warungboto menarik pehatian banyak wisatawan untuk dateng karena memiliki sebuah arsitektur bangunan yang sangat unik dan menarik untuk dilihat.
Raka Meda
Dari berbagai sumber