RADAR JOGJA - Pada tahun 2010, Gunung Merapi mengalami erupsi dahsyat yang mengakibatkan ratusan korban jiwa, termasuk Mbah Maridjan, sang juru kunci Gunung Merapi.
Untuk mengenang kejadian tersebut dibangunlah Museum Petilasan Mbah Maridjan yang kini menyimpan koleksi yang menggambarkan kedahsyatan erupsi Gunung Merapi pada waktu itu.
Menurut laman bnpb.go.id, Gunung Merapi hingga kini masih aktif dan menunjukkan aktivitas vulkanik.
Beberapa aktivitas vulkanik telah menyebabkan kerugian material dan nonmaterial, termasuk erupsi besar pada tahun 2010.
Museum Petilasan Mbah Maridjan yang dibangun untuk mengabadikan peristiwa tersebut terletak di Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Tiket masuk Museum Petilasan Mbah Maridjan sangat terjangkau, hanya Rp 4.000 per orang.
Dengan harga tersebut, pengunjung dapat menjelajahi berbagai koleksi menarik yang ada di museum. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, museum menyediakan berbagai fasilitas, seperti tempat berfoto, jalur offroad, dan area parkir.
Fasilitas ini dapat dinikmati oleh pengunjung, baik yang berbayar maupun yang gratis.
Museum ini tidak hanya menarik bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak dapat menikmati waktu mereka dengan melihat koleksi yang ada.
Setelah berkeliling dan berfoto, pengunjung dapat mampir ke kantin yang tersedia untuk melepaskan dahaga dan mengisi tenaga.
Museum Petilasan Mbah Maridjan menyimpan berbagai koleksi yang menggambarkan kedahsyatan erupsi Gunung Merapi, termasuk petilasan tempat jasad Mbah Maridjan ditemukan dalam keadaan bersujud.
Koleksi di museum ini meliputi foto-foto erupsi, lantai rumah asli Mbah Maridjan, tulang-belulang korban erupsi, gamelan, perabotan masyarakat, serta motor dan mobil yang terkena awan panas.
Museum ini memberikan wawasan mendalam tentang bencana yang terjadi dan memperlihatkan dampak erupsi Gunung Merapi pada waktu itu.
Museum Petilasan Mbah Maridjan bukan hanya sebagai tempat untuk mengenang bencana dahsyat yang terjadi pada tahun 2010, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dengan harga tiket yang terjangkau dan fasilitas yang memadai, museum ini menawarkan pengalaman yang mendalam dan berharga bagi semua kalangan.
Mengunjungi museum ini tidak hanya memberikan wawasan tentang erupsi Gunung Merapi tetapi juga menyimpan nilai historis yang tak ternilai mengenai dampak dan tragedi.
Bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang bencana serta mengenang jasa-jasa Mbah Maridjan, Museum Petilasan Mbah Maridjan adalah tempat yang layak dikunjungi.