Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sensus Ekonomi Sasar Seluruh Rumah Tangga, Tidak Terbatas Soal Kondisi Ekonomi

N
Penulis: Naila Nihayah❯
SIMBOLIS: Wali Kota Magelang saat memakaikan atribut kepada perwakilan petugas sensus ekonomi, Rabu (17/6/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
SIMBOLIS: Wali Kota Magelang saat memakaikan atribut kepada perwakilan petugas sensus ekonomi, Rabu (17/6/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA

MAGELANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan pendekatan baru. Yakni dengan menyasar seluruh rumah tangga tanpa terkecuali serta menggali data hingga aspek detail kondisi sosial ekonomi warga.

Kepala BPS Kota Magelang Nurul Choiriyati menyebut, sensus yang berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini tidak lagi terbatas pada pendataan pelaku usaha seperti sebelumnya. Tetapi mencakup seluruh anggota rumah tangga beserta aktivitas ekonominya.

"Pertanyaannya juga jauh lebih lengkap, mulai dari kondisi rumah, pengeluaran listrik dan air, hingga aktivitas ekonomi sekecil apa pun," kata Nurul usai penandatanganan komitmen bersama, Rabu (17/6/2026).

Advertisement

Baca Juga: Gaji Ke-13 PPPK Paruh Waktu di Kota Jogja Dicicil, PNS Diminta Tidak Pamer di Sosial Media

Dia menjelaskan, dalam satu kali pendataan, petugas dapat menghabiskan waktu rata-rata satu jam untuk satu keluarga. Bahkan dalam kondisi tertentu, terutama pada responden lanjut usia, proses wawancara bahkan bisa berlangsung hingga tiga jam.

Adapun materi pertanyaan mencakup identitas anggota keluarga, tingkat pendidikan, status pekerjaan, hingga besaran pendapatan. Selain itu, BPS juga mendata potensi ekonomi rumah tangga, termasuk usaha mikro dan aktivitas informal, seperti penjualan hasil kebun atau budidaya perikanan skala kecil.

Nurul menjelaskan, pengumpulan data secara detail tersebut bertujuan untuk memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara utuh sekaligus melihat perubahan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir. Hasilnya akan dibandingkan dengan sensus sebelumnya.

"Untuk mengetahui apakah ada peningkatan kesejahteraan, pergeseran sektor ekonomi, atau perubahan struktur ekonomi di Kota Magelang," paparnya.

Advertisement

Baca Juga: Delapan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Impes, Pengunjung Pantai Selatan Diminta Tak Menyentuh Biota Laut Berwarna Biru

Dia menambahkan, sensus ini juga akan menjadi dasar untuk menguji struktur ekonomi daerah. Termasuk memastikan apakah Kota Magelang masih didominasi sektor jasa dan perdagangan atau mulai bergeser ke sektor lain seperti industri pengolahan, termasuk yang berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebanyak 119 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan sensus ini, terdiri atas 104 petugas pendata dan 15 pengawas. Para petugas direkrut dari masyarakat setempat dan ditugaskan menjangkau wilayah 10 hingga 11 RT per orang.

Pendataan, kata Nurul, dilakukan menggunakan perangkat digital tanpa kuesioner kertas. Petugas juga dilengkapi atribut resmi berupa rompi, kartu identitas dengan barcode, serta surat tugas yang telah disahkan di tingkat kelurahan.

Advertisement

Selain wawancara, petugas diwajibkan mengambil foto rumah responden dengan sistem geotagging serta menempelkan stiker sebagai penanda bahwa bangunan telah didata. BPS juga menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi ketidaksesuaian data lapangan dengan basis data awal.

"Semua warga akan terdata, termasuk yang sebelumnya belum masuk dalam database," jelas Nurul.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar memahami tujuan sensus dan tidak ragu menerima petugas.

"Ini hajat nasional. Keberhasilannya menjadi tanggung jawab bersama," tegasnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai responden, sensus ekonomi mencakup hampir seluruh aspek kehidupan rumah tangga. Mulai dari jumlah anggota keluarga, pendapatan, hingga kepemilikan aset dan sumber penghasilan tambahan. (aya)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Yusuf Dorong Penguatan Ekonomi dan Pendidikan, Aktif Respons Isu Demokrasi dan Lingkungan

Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Yusuf Dorong Penguatan Ekonomi dan Pendidikan, Aktif Respons Isu Demokrasi dan Lingkungan

Siap Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Yusuf Chudlori Intens Galang Konsolidasi di 10 Provinsi Amanah Masyayikh: Pengasuh API Tegalrejo Gus Yusuf Chudlori Nyatakan Siap Menata PBNU Jajaki Bursa Pimpinan Tertinggi NU, Gus Yus

Agung Sulistyo, Dulu Satpam Kini Bergelar Doktor;  Keterbatasan Ekonomi Tak Jadi Penghalang untuk Menempuh Pendidikan Setinggi Mun

Agung Sulistyo, Dulu Satpam Kini Bergelar Doktor;  Keterbatasan Ekonomi Tak Jadi Penghalang untuk Menempuh Pendidikan Setinggi Mun

Berawal dari banyaknya waktu luang saat bekerja sebagai satpam di perusahaan media cetak di Jogja, Agung Sulistyo memanfaatkan untuk kuliah sambil bekerja. Kini, ia pun sukses mencapai gelar akademik tertinggi, strata t

Politisi Senior PDIP Kulon Progo Nilai Postingan Ika Damayanti Tak Peka di Tengah Kondisi Ekonomi Rakyat

Politisi Senior PDIP Kulon Progo Nilai Postingan Ika Damayanti Tak Peka di Tengah Kondisi Ekonomi Rakyat

Unggahan Instagram milik Ika Damayanti yang kini telah diprivate menuai kritik dari politisi PDIP Kulon Progo Istana. Ia menilai posting-an tersebut mencerminkan ketidakpekaan wakil rakyat terhadap kondisi ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer