Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Eksplorasi Seni dan Sejarah di Omah Petroek Jogja: Menimba Harmoni Keberagaman Lintas Agama di Destinasi Wisata Budaya yang Tersembunyi

Izzatul Akmal Fikri • Senin, 5 Agustus 2024 | 20:53 WIB
One stop destination di Jogja, Omah Petroek.
One stop destination di Jogja, Omah Petroek.

RADAR JOGJA - Yogyakarta, kota yang dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, selalu menawarkan pengalaman baru bagi para pengunjungnya.

Salah satu tempat yang mungkin belum banyak diketahui namun layak untuk dikunjungi adalah Omah Petruk.

Omah Petroek adalah sebuah rumah budaya yang terletak di Dusun Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tempat ini dibangun oleh Pastor Gabriel Possenti Sindhunata, seorang wartawan senior, dengan tujuan untuk menciptakan ruang yang merayakan keragaman budaya dan seni.

Meskipun jaraknya sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, yang memerlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor, perjalanan menuju Omah Petroek akan menyuguhkan pemandangan pedesaan yang memukau dan menyegarkan mata.

Keindahan alam sepanjang perjalanan menambah pengalaman seru sebelum tiba di destinasi ini.

Tempat ini tidak hanya menampilkan berbagai karya seni yang menarik.

Salah satu daya tarik utama Omah Petroek adalah koleksi miniatur bangunan peribadatan lintas agama dari Indonesia yang terletak di bagian belakang rumah.

Miniatur ini mencakup pura untuk umat Hindu, langgar untuk umat Islam, candi untuk umat Buddha, klenteng untuk umat Kong Hu Cu, dan patung Yesus untuk umat Kristiani.

Keberagaman ini mencerminkan harmoni dan keragaman budaya serta agama di Indonesia, menjadikan Omah Petroek sebagai destinasi yang unik dan penuh makna.

Omah Petroek merupakan pilihan ideal untuk liburan di Jogja, berfungsi sebagai one-stop destination yang lengkap.

Di sini, Anda bisa menyewa rumah Joglo dengan suasana pedesaan yang tenang, mirip dengan rumah nenek di kampung.

Jika lapar, jangan khawatir, karena Omah Petroek menawarkan berbagai hidangan sederhana namun menggugah selera, mulai dari gorengan, nasi goreng, hingga minuman beragam seperti kopi dan jamu beras kencur.

Selain itu, tempat parkir yang luas tersedia untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, memastikan kenyamanan wisatawan selama berkunjung.

Daya tarik Omah Petroek melampaui sekadar rumah budaya dan restoran. Salah satu fitur yang wajib dikunjungi adalah Museum Anak Bajang, yang terletak di dalam kawasan Omah Petroek.

Museum ini menyimpan koleksi yang bervariasi, termasuk lukisan-lukisan menarik, mesin ketik bersejarah milik Douwes Dekker yang disumbangkan oleh Yenni Wahid, serta peninggalan lima tokoh pendiri pers Indonesia yang mengingatkan akan pentingnya media cetak.

Tak ketinggalan, terdapat relief Gus Dur menaiki barongsai sebagai simbol pluralisme di Indonesia.

Selain itu, museum ini menampilkan sekitar seribu patung dengan berbagai bentuk dan bahan.

Di antaranya terdapat patung Soekarno, Ganesha, dan karya perupa legendaris Jogja, Djoko Pekik.

Keberagaman koleksi ini menambah kekayaan pengalaman budaya yang bisa Anda nikmati di Omah Petroek.

Dari keindahan miniatur bangunan peribadatan lintas agama, rumah Joglo yang menenangkan, hingga koleksi seni yang beragam, setiap sudut Omah Petroek menyimpan keunikan tersendiri.

Jadi, jika Anda mencari destinasi yang menggabungkan budaya, sejarah, dan keindahan alam dalam satu tempat, Omah Petroek adalah pilihan yang tak boleh Anda lewatkan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Dusun Wonorejo #gus dur #keindahan alam #Yogyakarta #Omah petruk #Keragaman Agama #destinasi #Seni #miniatur bangunan #Kekayaan Budaya #wartawan senior #Keragaman Budaya #pemandangan pedesaan #rumah budaya #karya seni #pluralisme #pengalaman baru #lintas agama