Dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang langka dan unik di dunia, karena memiliki lanskap yang menyerupai gurun pasir.
Tempat ini menawarkan pemandangan yang eksotis dan berbeda dari kebanyakan wisata alam di Indonesia.
Menyerupai bulan sabit, terbentuknya Gumuk Pasir Barchan ini terbilang cukup unik, yakni terbentuk karena pasir lembut dari Gunung Merapi yang turun terbawa arus sungai.
Kebanyakan pasir juga bermuara menuju laut, namun dikarenakan ombak yang terlalu besar dan terus mendatang, sehingga pasir berhenti di sekitar pantai dan menjadi gumuk pasir.
Sayangnya, kini Gumuk Pasir Barchan terancam hilang karena mengalami penyusutan dari tahun ke tahun.
Saat ini hanya tersisa 17 hektare dari luas keseluruhan Gumuk Pasir yang semula mencapai 400-an hektare.
Hal ini disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penggunaan ATV, jeep, sandboarding dan beberapa aktivitas lainnya yang mengakibatkan penyusutan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantul dan pihak terkait berencana untuk merestorasi Gumuk Pasir Barchan dan menjadikannya sebagai destinasi wisata premium, dengan cara membatasi akses publik ke zona ini.
Ini bertujuan melestarikan gumuk pasir untuk mengembalikan fungsi ekologis gumuk pasir, serta menjaga keindahan alam sebagai aset wisata yang berkelanjutan.
Restorasi ini diharapkan dapat selesai dalam beberapa tahun ke depan dan siap menyambut wisatawan dengan wajah baru yang lebih segar dan terorganisir.
Dengan menjadikannya gumuk pasir sebagai destinasi wisata premium, diharapkan dapat mengurangi aktivitas manusia yang merusak dan ekosistem yang terganggu dapat dipulihkan.
(Siska Andaniar Nadia Rahma)
Editor : Bahana.