RADAR JOGJA - Yogyakarta selalu menemukan cara baru untuk memanjakan para wisatawan.
Kini, dengan hanya satu klik di smartphone, Anda bisa menikmati tur gratis selama satu jam.
Yang membuat pengalaman ini semakin istimewa, adalah kehadiran pemandu atau edukator yang siap memandu Anda sambil membagikan pengetahuan mendalam tentang sejarah dan budaya Yogyakarta.
Cara baru untuk memfasilitasi dan mempromosikan wisata Yogyakarta ini bernama Jogja Heritage Track.
Fasilitas ini dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bus Jogja Heritage Track (JHT) diresmikan pada Maret 2022, namun setiap tahunnya dilakukan relaunching dengan penambahan konsep baru.
Di tahun 2024, JHT menambah konsep night tour atau jalan-jalan malam melintasi Jalan Malioboro.
Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan sumbu filosofis Jogja kepada para pengunjung.
Bus JHT memiliki dua jenis bus, yaitu bus Keraton yang berwarna kuning dan bus Malioboro berwarna merah.
Selama satu jam perjalanan, Anda akan diajak mengelilingi Jogja sesuai dengan rute yang Anda pilih ketika melakukan reservasi.
Perjalanan akan semakin lengkap karena ditemani oleh edukator yang siap menceritakan sejarah Jogja dari Panembahan Senopati hingga saat ini.
Kabar baiknya, seluruh fasilitas tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun karena menggunakan dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tertarik untuk menjelajahi Jogja dengan Bus Jogja Heritage Track ini? Simak prosedur, rute, dan cara reservasinya di sini.
Prosedur Operasional Jogja Heritage Track
1. Usia peserta minimal 15 tahun atau setara SMP. Jika usia anak-anak atau di bawahnya, disarankan untuk digendong atau dipangku.
2. Bus beroperasi mulai hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00, dengan libur di hari Senin.
3. Kuota reguler dalam 1 bus adalah 8 orang per bus.
4. Seluruh pendaftaran dilakukan melalui website jogjaheritage.com.
5. Reservasi mandiri dibuka sejak H-3 mulai pukul 12.00 WIB hingga kuota terpenuhi.
6. Apabila ada peserta yang membatalkan reservasi maka jadwal pada website akan kembali dibuka.
7. Peserta grup dapat melakukan reservasi maksimal 5 orang.
8. Peserta wajib mengenakan pakaian batik, kemeja, dan bersepatu. Dilarang menggunakan kaos, celana pendek, dan bersandal.
9. Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelumnya di Kantor JTTC, Sleman.
10. Masing-masing peserta wajib mengisi link evaluasi setelah selesai mengikuti kegiatan dengan scan barcode yang tersedia.
Rute Jogja Heritage Tour
Dengan konsep city tour, para traveler akan diajak menjelajahi Yogyakarta selama satu jam mengikuti rute yang telah ditentukan.
Tidak hanya sekedar berkeliling, pengalaman ini juga melibatkan kunjungan langsung ke destinasi wisata pilihan seperti Museum Sonobudoyo, Panggung Krapyak, atau Teras Malioboro.
Ini adalah kesempatan untuk merasakan keindahan dan kekayaan budaya kota ini dari dekat.
Berikut adalah rute-rute yang ditawarkan oleh Bus Jogja Heritage Track:
1. Paraning Dumadi | Bus Keraton
Rute: Meeting Point - Tugu Jogja - Keraton Yogyakarta - Meeting Point
2. Sangkan Paraning Dumadi | Bus Malioboro
Rute: Meeting Point - Tugu - Keraton - Panggung Krapyak - Meeting Point
3. Colonial Heritage | Bus Keraton
Rute: Meeting Point - Tugu Pal - Stasiun Tugu - Malioboro - Titik Nol KM - Bintaran - Kotabaru - Meeting Point
4. The Legacy | Bus Keraton
Rute: Meeting Point - Pojok Benteng - Keraton - Meeting Point
Cara Reservasi Jogja Heritage Track
Untuk mengikuti Bus Jogja Heritage Track, Anda hanya perlu melakukan reservasi H-3 sebelum keberangkatan. Berikut adalah langkah-langkah reservasinya:
1. Kunjungi Website: Akses laman www.jogjaheritage.com. Kuota dibuka setiap hari mulai pukul 12.00 WIB hingga kuota terpenuhi.
2. Pilih Jadwal: Pilih tanggal, hari, dan jam keberangkatan dari kuota yang tersedia.
3. Isi Data Diri: Masukkan informasi pribadi, seperti nama, usia, dan pekerjaan secara lengkap dan akurat.
4. Konfirmasi: Setelah pemesanan diterima, Anda akan mendapatkan konfirmasi serta informasi mengenai lokasi keberangkatan dari panitia.
Jadi tunggu apa lagi? Segera lakukan reservasi agar Anda tidak ketinggalan dengan pengalaman yang tak terlupakan ini.
Editor : Winda Atika Ira Puspita