RADAR JOGJA - Suasana asri dan adem menjadi impian bagi orang-orang yang ingin menghabiskan waktu di weekend. Alam terbuka menjadi spot yang paling cocok untuk mendapatkan suasana itu.
Apalagi bagi mancing mania. Suasana tenang dan hembusan angin yang sejuk dapat menciptakan ketenangan hati. Hal itu tentunya dapat dirasakan di danau, telaga ataupun spot mancing lainnya. Terdapat pohon-pohon rimbun dan lingkungan yang bersih.
Telaga Jonge, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul bisa menjadi salah satu opsi bagi pemancing untuk menghabiskan waktu di hari libur. Suasana alam yang asri menjadi paket lengkap untuk mendapatkan rasa yang adem dan tenang.
Telaga Jonge memiliki wisata alam, kuliner dan wisata religi. Konon, hadirnya Telaga Jonge memiliki cerita tersendiri yang dipercaya oleh warga sekitar.
Lurah Pacarejo Suhadi menceritakan, asal muasal telaga itu terbentuk merupakan buah tangan dari tokoh zaman Kerajaan Majapahit bernama Kyai Jonge. Sebab, makamnya berada di sekitar telaga yang juga dijadikan sebagai objek wisata religi.
"Telaga Jonge dijadikan objek wisata sejak 2017, pengelolaannya juga oleh warga setempat," ujar Suhadi, Jumat (12/6).
Telaga Jonge sendiri, kata Suhadi, didirikan oleh Kyai Jonge yang dikenal sebagai salah satu petinggi Kerajaan Majapahit. Dalam perjalanan Kyai Jonge sempat singgah beberapa lama di Kalurahan Pacarejo. "Menurut cerita orang-orang terdahulu, di sini susah air sehingga beliau membuat telaga yang dapat memberikan penghidupan bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.
Adanya Telaga Jonge rupanya memberikan manfaat bagi masyarakat. Air yang hanya mengandalkan tadah hujan tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Pelaku-pelaku UMKM juga mendapatkan wadah untuk menjajakan produknya di objek wisata telaga.
Suhadi menuturkan, warga setempat terus menjaga kebersihan dan keasrian sekitar telaga agar dapat terus dikunjungi wisatawan. "Tempat ini biasanya dijadikan sebagai lokasi acara oleh masyarakat, suasana yang teduh dan asri menjadi salah satu daya tarik yang ada," ungkapnya.
Telaga Jonge juga merupakan spot mancing bagi masyarakat sekitar ataupun wisatawan yang berkunjung. Suhadi menyebut, berbagai macam ikan air tawar terdapat di perairan telaga. "Kedalaman sekitar lima meter, masyarakat sini maupun wisatawan biasa memancing di sini," ungkapnya.
Mahasiswa asal Kota Jogja Muhammad Rajab mengaku, jarang menjumpai wisata-wisata telaga yang bersih. Ditambah lagi kesejukan dari pohon-pohon yang rimbun menambah suasana nyaman dan adem. "Ini pertama kali, lumayan buat healing atau menenangkan pikiran," ujar Rajab.
Dia juga terkejut saat memasuki objek wisata telaga yang tidak dipungut biaya sama sekali. "Tadi saya hanya bayar parkir, gazebo juga tidak dipungut biaya," ucapnya. (ndi/pra)