Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Desa Wisata Kelor di Kalurahan Bangunkerto, Turi Daun Kelor Jadi Penyelamat Pascaerupsi Merapi

Iwan Nurwanto • Minggu, 12 Mei 2024 | 12:35 WIB
Desa Wisata Kelor di Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman
Desa Wisata Kelor di Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman

 

 

RADAR JOGJA - Kabupaten Sleman banyak memiliki desa yang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan. Salah satunya adalah Desa Wisata (Dewi) Kampung Sejarah Kelor yang terletak di Bangunkerto, Turi. Di desa ini banyak wahana pariwisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung.

Ketua Dewi Kampung Kelor Endra Harwanta mengatakan, desa wisata yang dikelolanya merupakan kampung sejarah karena memiliki warisan budaya beru Joglo Kelor yang didirikan pada 1835. Bangunan tersebut didirikan oleh sesepuh masyarakat bernama Kromowijoyo.

Berdasar sejarah di desa tersebut, Joglo Kelor dulunya juga pernah digunakan sebagai markas Tentara Pelajar untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Adapun nama Kelor sendiri sendiri diambil dari nama salah satu jenis pohon.

Endra mengungkap, menurut cerita leluhur, dulunya juga terdapat sebatang pohon kelor yang terletak di sebelah utara padukuhan. Lalu ketika terjadi erupsi Gunung Merapi, pohon kelor tersebut mampu menyelamatkan dusun sehingga warga selamat dari erupsi tersebut.

“Konon, pohon kelor merupakan sejenis pohon yang memiliki kesaktian serta dapat mengusir hal buruk,” ujar Endra, Jumat (10/5).

Selain sarat dengan sejarah, Dewi Kampung Sejarah Kelor juga memiliki potensi berupa keindahan alam. Dusun yang terletak 25 kilometer dari pusat Kota Jogja ini berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Sehingga suhu udaranya pun sejuk.

Selain itu, pemandangan dari Dewi Kampung Sejarah kelor juga sangat indah karena bisa melihat Gunung Merapi. Dusun tersebut juga dihiasi oleh hamparan kebun salak yang melimpah, sungai jernih, serta kolam ikan.

Sementara untuk wahana yang ditawarkan, Dewi Wisata Kampung Kelor memiliki wisata alam susur Sungai Bedhog. Kemudian wisata edukasi berupa eksplorasi atraksi tradisi dan menikmati hasil perkebunan salak.

Kemudian ada pula wahana permainan seru berupa petualangan dengan menaiki flying fox dan menikmati keasrian camping ground. Serta disediakan pula camping ground untuk berkemah api unggun dan wahana kegiatan olahraga panahan.

“Dari pusat kota, Dusun Kelor dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit,” terang Endra. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kelor #Pascaerupsi #salak #Merapi #dusun #desa wisata