Tradisi ini merupakan salah satu tradisi perjalanan spiritual dengan berjalan kaki sejauh ribuan kilometer.
Tradisi ini merupakan gambaran perjalanan Sang Buddha dalam mencari pencerahan spiritual.
Dilansir dari Humas Jateng, Tahun ini, thudong dimulai dari India menuju Candi Borobudur, Magelang, untuk menyambut Waisak 2568 BE/2024.
Para biksu memulai perjalanan dari Bodh Gaya, India, dua pekan lalu dan dijadwalkan tiba di Borobudur pada 20 Mei 2024.
Perjalanan thudong tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang dimulai dari Thailand.
Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Waisak 2024, yang diawali dengan bakti sosial dan acara sosial lainnya pada 18-19 Mei 2024.
Puncak perayaan Waisak akan dilaksanakan pada 23 Mei 2024, dengan prosesi kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, diikuti dengan detik-detik Waisak pada pukul 20.52.42 WIB, dan festival lampion pada malam hari.
Tema Waisak 2024 adalah "Untuk Hidup Bahagia sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang Diajarkan oleh Sang Buddha"
Sedangkan subtema "Hindarilah Keserakahan Duniawi, Kebodohan, Kemarahan, dan Kebencian".
Pj Gubernur Jawa Tengah mengatakan bahwa peringatan Waisak kali ini yang di laksanakan di Candi Borobudur merupakan salah satu acara tahunan yang memiliki daya tarik bagi umat Buddha di dunia.
Borobudur, sebagai warisan nenek moyang, akan terus dirawat, dijaga, dan dibenahi, serta dikembangkan pariwisata dan sport pariwisata di sekitar kawasannya.
Editor : Bahana.