Bahkan, selama 8-12 April, tercatat ada 33.143 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang memadati destinasi wisata tersebut.
Masa ramai Lebaran itu diprediksi akan berlangsung hingga 17 April mendatang.
Saban harinya, wisatawan tampak memadati kompleks Candi Borobudur.
Mereka berlalu lalang dari area Marga Utama menuju pelataran candi.
Mereka tak lupa mengabadikan momentum kunjungan tersebut dengan ponsel masing-masing.
Meski cuaca terik, tidak menyurutkan semangat mereka untuk menikmati gagahnya Candi Borobudur.
General Manager TWC Unit Borobudur Jamaludin Mawardi mengutarakan, ada sekitar 33.143 wisatawan terhitung dari tanggal 8-12 April.
Pada 10 April, jumlah kunjungan sekitar 4.200 orang. Lalu, pada 11 April, ada 8.500 wisatawan.
Adapun jumlah kunjungan tertinggi jatuh pada 12 April dengan angka 15 ribu wisatawan.
Sementara puncak kunjungannya pada Sabtu hingga Minggu. Proyeksi jumlah kunjungannya sekitar 14.500 wisatawan.
"Kalau kemarin (Sabtu, Red), hingga siang pukul 13.00 tercatat ada lebih dari 10 ribu wisatawan. Kemungkinan hari ini bisa lebih (dari proyeksi)," terangnya, Minggu (14/4/2024).
Baca Juga: Puding Enak dengan Kreasi Toping yang Cantik. Berikut Cara Membuatnya!
Jamaludin mengatakan, dalam sehari hanya ada 1.200 wisatawan hanya mendapatkan kesempatan naik candi.
Atau 150 orang dalam satu waktu dan dibagi menjadi 8 sesi, mulai 08.30 – 16.30. Bahkan, kuota tersebut selalu terpenuhi 100 persen.
Namun, ada penyesuaian tarif naik candi yang berbeda dibanding hari biasa.
Untuk wisatawan domestik dewasa dapat membayar Rp 150 ribu dan anak-anak Rp 90 ribu.
Sedangkan wisatawan mancanegara dewasa Rp 500 ribu dan anak-anak Rp 350 ribu. Pemesanannya dilakukan secara online.
Bagi wisatawan yang belum mendapatkan kesempatan naik candi, ada sejumlah atraksi budaya yang ditawarkan. Mulai dari pentas kesenian, musik, tarian, hingga edukriya.
"Pembatasan naik candi ini masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kunjungan ke candi," paparnya.
Seorang pengunjung asal Rembang Imelda Jihantara Fani mengaku sudah merencanakan kunjungannya ke Candi Borobudur jauh-jauh hari.
Beruntung, dia mendapatkan kesempatan untuk naik ke struktur candi. "Tahu informasinya (naik candi) dari Instagram," bebernya.
Naik ke struktur candi merupakan pengalaman pertama baginya.
Dengan aturan baru, yakni mengenakan sandal upanat dan didampingi pemandu wisata, dapat memberikan pengalaman lebih.
Apalagi dia mendapatkan pengetahuan baru dengan cerita sejarah dari Candi Borobudur.
Editor : Bahana.