JOGJA - Becak listrik kini mulai beroperasi di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Becak tersebut telah mengaspal atau beroperasi sejak Jumat (5/4), hingga sekarang puluhan wisata domestik telah diangkut.
Sebagai uji coba, lokasi awal di Kawasan Malioboro Kota Jogja.
Pengemudi becak lain Parjono (65) warga Bantul DIY yang mendapatkan hibah becak kayuh tenaga alternatif listrik.
Dikatakan saat menanjak ia merasakan sedikit susah untuk menahannya. Selain itu, rodanya juga terlalu mepet ke rangka.
"Lebih enak, ringan. Tapi rodanya itu mepet," katanya.
Sementara itu Ketua Paguyuban Becak Wisata Paimin Ahmad Sarjono mengatakan, becak kayuh bertenaga alternatif itu sangat membantunya dan para anggota.
Terlebih kebanyakan berusia lanjut. Dengan becak kayuh listrik yang diserah terimakan itu, terasa lebih ringan dibanding becak kayuh tradisional.
Paimin menjelaskan, hibah becak dari Pemprov DIY itu diserahkan untuk koperasi bukan perorangan.
Dia baru menerima 10 unit becak untuk dioperasikan pada momen libur Lebaran 2024 ini.
Sejauh mulai beroperasi, dari koperasi yang dipimpinnya itu telah mengangkut puluhan penumpang.
Baca Juga: Horee! Wisatawan yang Berlibur ke Yogyakarta Kini Bisa Menikmati Kota Jogja dengan Becak Listrik
Pun ada satu anggotanya, mengoperasikan sejauh 20 kilometer tak ada kendala apapun.
"Ada teman saya jalannya dari rumah ke tempat sini (mangkal kawasan Malioboro) sejauh 20 kilometer biasanya nyepeda ini dibawa pulang (becaknya) ternyata strumnya masih banyak sangat menolong. Masih 56 separo aja nggak habis," jelas warga Imogiri Bantul.
Terkait tarif yang dipatok, ia tak sembarangan. Tarif resmi tersebut ditetapkan tergantung jarak jauh atau dekat.
Paguyuban ini mangkal di sekitar Hotel Khas Malioboro tak jauh dari SMAN 10 Jogja.
"Kalau dari situ ke Stasiun Tugu Rp 30 ribu, ke Keraton Rp 20- Rp 25 ribu. Mboten nutuk, ini saya buat tarif resmi," tambahnya.
Editor : Bahana.