Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kawasan Malioboro Kota Jogja Kini Beroperasi Becak Listrik, Ini Tanggapanya...

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 7 April 2024 | 18:16 WIB
JAJAL : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menjajaln becak listrik di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (20/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
JAJAL : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menjajaln becak listrik di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (20/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

JOGJA - Becak listrik kini mulai beroperasi di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Becak tersebut telah mengaspal atau beroperasi sejak Jumat (5/4), hingga sekarang puluhan wisata domestik telah diangkut.

Sebagai uji coba, lokasi awal di Kawasan Malioboro Kota Jogja.

Pengemudi becak lain Parjono (65) warga Bantul DIY yang mendapatkan hibah becak kayuh tenaga alternatif listrik.

Dikatakan saat menanjak ia merasakan sedikit susah untuk menahannya. Selain itu, rodanya juga terlalu mepet ke rangka. 

"Lebih enak, ringan. Tapi rodanya itu mepet," katanya. 

Sementara itu Ketua Paguyuban Becak Wisata Paimin Ahmad Sarjono mengatakan, becak kayuh bertenaga alternatif itu sangat membantunya dan para anggota.

Terlebih kebanyakan berusia lanjut. Dengan becak kayuh listrik yang diserah terimakan itu, terasa lebih ringan dibanding becak kayuh tradisional.

Paimin menjelaskan, hibah becak dari Pemprov DIY itu diserahkan untuk koperasi bukan perorangan.

Dia baru menerima 10 unit becak untuk dioperasikan pada momen libur Lebaran 2024 ini.

Sejauh mulai beroperasi, dari koperasi yang dipimpinnya itu telah mengangkut puluhan penumpang.

Baca Juga: Horee! Wisatawan yang Berlibur ke Yogyakarta Kini Bisa Menikmati Kota Jogja dengan Becak Listrik

Pun ada satu anggotanya, mengoperasikan sejauh 20 kilometer tak ada kendala apapun.

"Ada teman saya jalannya dari rumah ke tempat sini (mangkal kawasan Malioboro) sejauh 20 kilometer biasanya nyepeda ini dibawa pulang (becaknya) ternyata strumnya masih banyak sangat menolong. Masih 56 separo aja nggak habis," jelas warga Imogiri Bantul.

Terkait tarif yang dipatok, ia tak sembarangan. Tarif resmi tersebut ditetapkan tergantung jarak jauh atau dekat.

Paguyuban ini mangkal di sekitar Hotel Khas Malioboro tak jauh dari SMAN 10 Jogja.

"Kalau dari situ ke Stasiun Tugu Rp 30 ribu, ke Keraton Rp 20- Rp 25 ribu. Mboten nutuk, ini saya buat tarif resmi," tambahnya.

 

Editor : Bahana.
#Becak Listrik #Malioboro Kota Jogja