Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tahap Awal Menata Sistem Transportasi di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja, 50 Becak Listrik Difungsikan untuk Kawasan Malioboro

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 7 April 2024 | 17:18 WIB
50 becak listrik di fungsikan sebagai penataan transportasi sumbu filosofi
50 becak listrik di fungsikan sebagai penataan transportasi sumbu filosofi

RADAR JOGJA - Sebanyak 50 unit becak listrik itu secara rinci diberikan kepada tiga koperasi meliputi Koperasi Becak Kayuh Yogyakarta menerima 20 unit becak.

Dengan rincian, Koperasi Becak Wisata Yogyakarta menerima 20 unit becak dan Koperasi Asha Abyakta Senopati menerima 10 unit becak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY m Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, ini baru luncuran tahapan awal untuk mendukung perwujudan kawasan Malioboro low emission zone atau kawasan rendah emisi.

Penyerahan awal tersebut sebanyak 50 unit.

"Ini adalah awalan bagaimana kita mulai melakukan penataan kawasan sumbu filosofi khususnya lagi untuk kawasan Malioboro," katanya saat penyerahan Jumat (5/4).

Ni Made menjelaskan becak listrik itu sebelumnya sudah diluncurkan pada Desember 2023 lalu.

Setelah diluncurkan resmi, kemudian menyiapkan administrasi dan persiapan teknis lainnya bersama pengurus koperasi.

Ada tiga koperasi yang telah terbentuk, kemudian pengurus koperasi membuat NPWP, NIB, Anggaran Rumah Tangga dan pemasangan papan nama koperasi.

"Kegiatan persiapan administrasi dan teknis yang telah dilaksanakan tersebut perlu dilakukan dalam rangka untuk memastikan kesiapan dari masing-masing koperasi sebelum menjalankan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara persiapan lain sebelum siap dioperasionalkan yakni berkaitan dengan teknis operasional yang dilakukan di antaranya pengecekan fisik terhadap 50 becak dari pengadaan yang sudah ada.

Pelaksanaan uji coba terbatas baik di tempat maupun di jalan raya, pelatihan dan pengarahan tata cara mengemudikan becak kayuh dengan tenaga alternatif kepada anggota koperasi.

Baca Juga: Ketep Pass Ramai, Bisa ke Negeri Kahyangan hingga Gunung Gupak

Dan pelaksanaan uji coba secara bersama-sama di jalan kawasan Malioboro.

"Kami berharap jika koperasi becak sudah siap maka dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara aman, nyaman dan memuaskan," jelasnya.

Terkait tarif, akan ditentukan berdasar jarak. Dan koperasi dilarang memberikan tarif seenaknya atau aji mumpung.

Sebab ini kaitan erat dengan citra parwisata Jogja utamanya kawasan sumbu filosofi diawali Jalan Malioboro yang sudah tertata dari sisi sistem transportasinya.

Pun ke depan akan dikerjasamakan dengan sistem integrasi layanan transportasi.

"Ke depan diharapkan koperasi becak ini dapat berkembang dan mandiri di bidang jasa layanan angkutan wisata. Kalau bisa ke depan kerjasama dengan sistem link transportasi dia turun di Tugu bisa connect dengan tukang becak ke depan arahnya ke sana supaya mempermudah masyarakat mobilisasi di wilayah perkotaan," terangnya.

Pun hal ini juga sebagai salah satu upaya menggantikan becak motor (bentor) di Kawasan Malioboro.

Sebab, ke depan bentor tidak direkomendasikan beroperasi akan digantikan dengan becak listrik ini.

"Syaratnya kalau mereka dapat ini (becak listrik) bentor mereka harus dikandangkan tapi ini berproses. Sementara yang sudah support baik becak kayuh, dia mau pakai yang lama oke, yang sekarang juga monggo," tambahnya.

Dengan demikian, target 2025-2026 mendatang dapat terwujud benar-benar kawasan rendah emisi di sumbu filosofi.

"Iya harapan kami ketika kami sudah mencukupi dari sisi kuota karena anggaran juga jadi ada tahapan-tahapan," imbuhnya.

Editor : Bahana.
#Becak Listrik #Sumbu Filosofi #Malioboro