Baca Juga: KAI Buka Rekrutmen 2026, lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menilai, 3D View Master ini memang sudah tergolong barang antik dan layak dikoleksi karena sudah sulit ditemukan. Bentuknya juga khas seperti kaca mata.
Kelangkaan barang unik jadi nilai tersendiri karena banyak anak muda kini sudah tidak tahu mainan ini. Kemungkinan yang mengenali dia sebut adalah angkatan di bawah tahun 2000. Untuk itu walau disebut mainan, tidak serta-merta peminatnya adalah anak-anak. Justru banyak di antaranya adalah orang dewasa atau orang tua yang sebenarnya ingin bernostalgia dengan mainannya di zaman dahulu.
Para kolektor yang mau mencari barang ini dia menilai pasti bisa menemukan. Hanya saja kebanyakan memang sudah kondisi bekas tanpa bungkusnya, jadi tidak baru lagi. Hal ini dia buktikan saat menyelami produk lewat media sosial, seperti Facebook.
"Pembeli itu tetap dilihat lagi dengan kondisi sama harganya memungkinkan tidak atau masih belum cocok," katanya.
Baca Juga: Prediksi Liga Inggris Arsenal vs Chelsea, H2h, Team News, Susunan Pemain dan Pemenangnya
Ketika seseorang ingin memberi 3D View Master sebagai koleksi dia sebut ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Utamanya harus mengecek lensa 3D view-nya lalu kokang atau tombol untuk menggerakkan piringan gambar karena banyak yang sudah tidak berfungsi.
Jika ragu-ragu bisa dibongkar untuk melihat kondisi per atau pegasnya, karena dia nilai tak jarang yang dalam kondisi karatan dan perlu diganti. Kondisi-kondisi ini yang dia sebut sangat memengaruhi harga mainan bekas. Semakin kondisinya baik maka harganya bisa jauh lebih mahal.
"Takutnya itu beli enggak dicek, lalu pas dicoba gambarnya itu enggak keluar," ujarnya.
Baca Juga: Tukang Pijat di Kalurahan Sendangsari Kulon Progo Diduga Sodomi Tiga Bocah
Pria 22 tahun ini menyamakan 3D View Master layaknya kamera yang memiliki rol film. Ketika nanti ditekan maka akan berputar menunjukkan gambar. Untuk gambarnya juga disesuaikan dengan cakram yang ada.
Bisa jadi pemandangan desa, kota, atau apa pun termasuk gambar aneka binatang yang memang sangat beragam. "Kalau waktu dipakai itu memang terkesan 3D. Jadi keliatan gambarnya nyata," tambah Bopy. (del/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita