KUD Pernah Jaya  Era 1980-1990-an, Manfaatnya Benar Dirasakan Warga

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 06:00 WIB
BERTAHAN: Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) di Jalan Arungbinang, Kebumen tetap eksis meski persaingan usaha semakin ketat. (M. Hafied/Radar Jogja)
BERTAHAN: Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) di Jalan Arungbinang, Kebumen tetap eksis meski persaingan usaha semakin ketat. (M. Hafied/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Masa kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) kini tinggal kenangan. Koperasi yang dahulunya dinilai mampu menjadi penopang ekonomi, sekarang hanya memberikan kisah tersendiri bagi anggotanya.

Sumono, 60, yang dulu merasakan langsung perjalanan KUD bercerita, KUD saat itu strategis dalam menjalankan berbagai sektor usaha. Keberadaan koperasi cukup dirasakan manfaatnya untuk ekonomi warga. "Dulu itu benar-benar dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota koperasi," ucapnya kepada Radar Jogja, Kamis (20/8).

Dia mengungkapkan, masa kejayaan KUD berlangsung di era 1980-1990-an. Waktu itu, KUD mampu eksis karena belum begitu banyak persaingan usaha. Pada masa itu beragam unit usaha digarap secara serius. Mulai dari unit simpan pinjam, pembayaran listrik, kebutuhan pertanian hingga menampung hasil pertanian.

Baca Juga: Proses Balik Nama Sertifikat Tanah di Sleman Ditarget Selesai Sepuluh Hari

Dari aktivitas usaha inilah banyak warga yang merasa terbantu. "Pupuk dan segala macam itu tersedia. Anggotanya senang karena unit usaha terpusat," ucap warga Desa Prembun, Kecamatan Prembun itu.

Sumono menyatakan, zaman kini telah berubah. Persaingan usaha juga semakin ketat. Perkembangan teknologi juga membuat KUD semakin terancam. Puncaknya, selepas era reformasi koperasi yang dahulu tumbuh subur perlahan mulai tutup beroperasi.

Minimnya aktivitas koperasi kemudian berdampak terhadap keberlangsungan organisasi dan pelayanan kepada anggota KUD. "Sekarang di Kebumen KUD tinggal hitungan jari. Tinggal masa lalu saja," katanya.

Baca Juga: Tanpa Kemenangan di Lima Laga Terakhir, Inter Miami Tunjuk Kily Gonzalez Sebagai Nahkoda Anyar

Menurutnya, secara prinsip KUD memiliki peranan penting sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Namun kembali lagi semua hanya menjadi kenangan masa lalu. Dia berharap, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini sedang digagas pemerintah, dapat eksis seperti masa kejayaan KUD dahulu. "Yang terpenting anggota koperasi itu kerasan. Terbantu dan tidak dirugikan. Itu poin penting," bebernya. (fid/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
kecamatan prembun Koperasi Unit Desa (KUD) KUD koperasi usaha