Orang Tua Pilih Museum untuk Liburan Gen Alpha demi Kurangi Ketergantungan Gawai

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:10 WIB
Ibu dan anaknya sedang mengunjungi Museum Sonobudoyo. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Ibu dan anaknya sedang mengunjungi Museum Sonobudoyo. Cintia Yuliani/Radar Jogja

JOGJA - Mengajak anak berwisata ke museum mulai menjadi tren di kalangan orang tua Gen Alpha. Selain menjadi pilihan rekreasi yang terjangkau, museum menawarkan pengalaman edukatif sekaligus menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Seperti yang dilakukan salah satu orang tua (ortu) asal Sleman Restu Arivianto. Ia tidak jarang memanfaatkan waktu libur atau akhir pekan untuk mengajak buah hatinya yang berusia tiga tahun menjelajahi museum. Salah satu yang paling sering dikunjungi adalah Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Di museum tersebut, menurut Restu, anaknya bisa mendapatkan pengalaman interaktif untuk mengenal berbagai jenis pesawat terbang. Banyaknya jenis pesawat di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala secara alami menarik perhatian anak tanpa perlu mengandalkan gawai.

Baca Juga: DPRD DIY Soroti Akurasi Data Desil 9-10 soal Rencana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi

“Saat diajak ke museum, anak saya justru penasaran melihat berbagai koleksi pesawat dan mencoba berbagai fasilitas interaktif,” ujar Restu kepada Radar Jogja, Jumat (21/8/2026).

Ayah satu putra ini menambahkan, rekreasi museum tidak hanya berfungsi sebagai sarana mengalihkan ketergantungan terhadap permainan digital. Namun juga membuka ruang komunikasi yang hangat antara ortu dan anak. 

Pasalnya, ketika berada di museum anak-anak cenderung aktif untuk bertanya tentang berbagai koleksi yang dipamerkan. Alhasil, kedekatan antara ayah dan anak benar-benar terasa di tengah kewajiban kepala keluarga untuk bekerja. Di sisi lain biaya untuk pergi ke museum juga lebih terjangkau.

Baca Juga: Ada The Rain dan Jikustik, Suadesa Festival 2026 Meriahkan Tiyasan Sleman

“Dengan tiket yang tidak terlalu mahal, anak-anak mendapatkan stimulasi pengetahuan sejarah secara menyenangkan,” jelas Restu.

Senada dengan hal tersebut, orang tua lain Hery Sidik juga memandang kegiatan di museum jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan wahana permainan modern. Ayah dua anak ini mengaku sangat sering mengajak dua anaknya usia 11 dan 13 tahun berlibur ke museum.

Pasalnya, rekreasi ke museum dapat menambah wawasan anak tentang sejarah. Sekaligus menjadi sarana untuk melihat langsung berbagai hal yang sudah mereka pelajari di buku sejarah. “Sehingga liburan jadi tidak sekadar bersenang-senang, tetapi juga mendapat pengetahuan baru,” ungkapnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Ketergantungan Gawai wisata edukatif gen alpha museum liburan